Connect With Us

Kisruh Dana PIP, SMK PGRI 11 Ciledug Lalai Update Data Siswa Penerima

Yanto | Kamis, 27 Februari 2025 | 21:27

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Gerindra, Turidi Susanto mendatangi SMK PGRI 11 Ciledug terkait polemik dana PIP, Rabu 26 Februari 2025. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Gerindra, Turidi Susanto mendatangi SMK PGRI 11 Ciledug, pasca ramainya polemik bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

Ia, menegaskan persoalan ini harus segera dievaluasi agar tidak menimbulkan kegaduhan di kemudian hari.

"Saya sudah sampaikan kepada pihak sekolah, untuk ke depan sebaiknya ada perubahan dalam mekanisme ini. Kalau ada permasalahan seperti ini lagi, lebih baik segera diganti orangnya, karena dampaknya luar biasa," ujar Turidi, Rabu 26 Februari 2025.

Menurutnya, kesalahan dalam pendataan menjadi faktor utama kekisruhan ini. Turidi mengungkapkan dari total 1.616 siswa yang seharusnya menerima bantuan, hanya 570 siswa yang terdata dalam PIP.

Kekisruhan ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian data yang cukup besar. Berawal hanya 300 siswa, namun saat dilakukan update kembali, ternyata ada 570 siswa penerima bantuan pendidikan tersebut atau bertambah 33 persen.

"Sebenarnya ini kebanggaan bagi PGRI karena banyak siswa yang mendapatkan bantuan. Dari 2014, 2015, hingga 2019 kalau saya cek sudah 400 siswa yang dapat kan luar biasa. Tapi kalau datanya tidak diperbarui dengan baik, tentu akan menimbulkan masalah," katanya.

Turidi menyebut dalam hal ini terjadi kelalaian yang dilakukan operator sekolah dalam memperbarui data penerima bantuan. 

Pihak sekolah hanya berpegangan pada database lama tanpa melakukan pemutakhiran. Akibatnya, ada sekitar 570 siswa yang seharusnya masuk dalam daftar penerima, tetapi tidak terdaftar secara resmi.

Selain itu, ia juga menerima laporan bahwa ada siswa yang sebenarnya berhak mendapatkan bantuan, namun mengalami kendala dalam pencairan dana.

"Banyak kendala yang dialami murid yang mendapatkan PIP saat pencairan, seperti buku tabungan hilang, akhirnya dibekukan sementara," jelasnya.

Untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah telah membuat surat keterangan agar siswa yang bersangkutan tetap bisa mencairkan bantuannya.

"Kita ingin ke depannya semua data ini benar-benar diperbarui agar tidak ada lagi siswa yang dirugikan. Jika ada pihak yang memiliki informasi lebih lengkap, mohon disampaikan agar bisa diterima dengan baik," tegasnya.

Dengan adanya evaluasi terhadap sistem pendataan ini, diharapkan tidak ada lagi kisruh serupa, sehingga hak siswa dalam mendapatkan bantuan dapat terpenuhi dengan transparan dan akurat.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 11 Ciledug Ely Anita mengaku setiap siswa yang sudah mendapatkan bantu PIP langsung diberikan surat keterangan dari sekolah, untuk dilakukan pengambilan di bank yang sudah ditentukan.

"Kami pihak sekolah langsung menginformasikan setiap siswa untuk mengambil bantuan tersebut," ujarnya.

Ia juga menambahkan bagi siswa yang belum mencairkan dana PIP atau terupdate akan dilakukan penelusuran lebih dalam lagi.

"Kami sedang melakukan penelusuran, Alhamdulillah satu persatu sudah ketemu dan saat ini sudah terupdate," imbuhnya.

TANGSEL
Dindikbud Tangsel Tidak Terapkan PJJ untuk Sekolah Besok

Dindikbud Tangsel Tidak Terapkan PJJ untuk Sekolah Besok

Minggu, 31 Agustus 2025 | 22:55

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah tingat SD hingga SMP, pada Senin 1 September 2025.

HIBURAN
Indonesia Shopping Festival 2025 Catat Transaksi Fantastis Rp25,19 Triliun

Indonesia Shopping Festival 2025 Catat Transaksi Fantastis Rp25,19 Triliun

Kamis, 28 Agustus 2025 | 17:04

Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 berhasil mencatatkan capaian luar biasa dengan total transaksi mencapai Rp25,19 triliun selama gelaran berlangsung pada 14–24 Agustus 2025 di 400 pusat perbelanjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.

NASIONAL
Eko Patrio dan Uya Kuya Juga Dinonaktifkan PAN dari DPR

Eko Patrio dan Uya Kuya Juga Dinonaktifkan PAN dari DPR

Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:37

Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Surya Utama (Uya Kuya) akhirnya dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI oleh Partai Amanat Nasional (PAN), pasca kericuhan massa hingga berujung pada penjarahan rumah keduanya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill