Connect With Us

Jelang Arus Mudik, 1.573 Personel Diterjunkan Operasi Ketupat Jaya 2025 di Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 20 Maret 2025 | 21:38

Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat Jaya 2025 jelang arus mudik lebaran di Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, Kamis 30 Maret 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 1.573 personel gabungan akan dikerahkan dalam Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat Jaya 2025".

Ribuan personel gabungan ini akan mengamankan berlangsungnya arus mudik dan balik Lebaran 2025 di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan Operasi Ketupat Jaya 2025 akan berlangsung selama 17 hari ke depan untuk Polda Prioritas, termasuk Polres Metro Tangerang Kota mulai tanggal 23 Maret 2025 - 8 April 2025.

Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 28-29 dan 30 Maret 2025. Kemudian, untuk arus balik diperkirakan akan terjadi di tanggal 5-6 dan 7 April 2025 mendatang.

"1.573 pasukan gabungan kita Libatkan ini terdiri dari personel Polres, TNI, Dishub, Satpol PP, Dinkes, Jasa Raharja, Jasa Marga, termasuk Pokdar Kamtibmas, Senkom, Saka Bhayangkara dan Pramuka," jelasnya, usai Apel Gelar Pasukan, Kamis 20 Maret 2025.

Selanjutnya, selama Operasi Ketupat Jaya 2025 berlangsung, Zain mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah daerah (Pemda) penyiapan personel yang akan terlibat, jalan arteri yang akan dilalui pemudik, jalur alternatif dan sarana prasarana penunjang selama penanganan arus mudik dan arus balik ini berlangsung.

"Kami juga akan mendirikan Pospam sebanyak 4 titik lokasi dan Pos Yan di 4 titik lokasi dan 3 titik Pos Pantau di kawasan pariwisata/wisata ," terang Kapolres.

Adapun apel gelar pasukan gabungan digelar untuk mengecek kesiapan personel maupun sarana dan prasarana yang akan dilibatkan dalam kegiatan operasi Ketupat Jaya 2025," kata

"Di samping itu untuk menyelaraskan cara bertindak di lapangan dari masing-masing instansi yang terlibat, sehingga berjalan dengan sinergis dan terpadu," imbuh Zain.

WISATA
Situ Cihuni Pagedangan Jadi Hidden Gem, Punya Jalur Jogging dengan Pemandangan Hijau

Situ Cihuni Pagedangan Jadi Hidden Gem, Punya Jalur Jogging dengan Pemandangan Hijau

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:58

Kini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill