Diikuti 2.000 Warga Baduy, Ini Rangkaian Seba Baduy 2026
Jumat, 24 April 2026 | 21:43
Tradisi tahunan Seba Baduy 2026 kembali berlangsung selama tiga hari mulai Jumat 24 April hingga Minggu 26 April 2026.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali melanjutkan tren positif pertumbuhan ekonomi di awal tahun. Tercatat angka transaksi ekspor pada Triwulan I 2025 sebesar 1,9 Miliar USD.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang Suli Rosadi menuturkan, angka transaksi eskpor pada periodesasi Triwulan I menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Berdasarkan data Free on Board (FOB) dari Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) Kota Tangerang menunjukkan angka transaksi ekspor mencapai 1,9 Miliar USD dengan 15.729 penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA).
"Kami optimis dengan data angka transaksi ekspor di triwulan pertama ini dapat merealisasikan target realisasi ekspor selama setahun mendatang," ujar Suli, Senin 14 April 2025.
Ia melanjutkan, angka transaksi ekspor tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong produktivitas pertumbuhan ekonomi selama setahun ke depan.
Saat ini, tujuan transaksi ekspor didominasi beberapa negara besar seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, Thailand sampai Malaysia.
"Kami juga mencatatkan transaksi eskpor ini didominasi komoditas unggulan industri di Kota Tangerang seperti industri olahan ikan, olahan cokelat, olahan tembaga, pakaian dan tekstil lainnya," tambahnya.
Tradisi tahunan Seba Baduy 2026 kembali berlangsung selama tiga hari mulai Jumat 24 April hingga Minggu 26 April 2026.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung terhadap penguatan wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur).
Persita Tangerang kembali menelan hasil buruk usai kalah 0-1 dari Bali United dalam lanjutan pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Kamis, 23 April 2026.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews