Connect With Us

Lewat Inovasi Bisa Cek Tinggi Air Lewat Aplikasi SIPANTAU, Kota Tangerang Raih Penghargaan Bhumandala Rajata 

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 18 November 2025 | 14:32

Wali Kota Tangerang Sachrudin menerima Penghargaan Bhumandala Rajata dari Sekretaris Utama BIG, Belinda Arunarwati Margono, Penghargaan Bhumandala Award di Auditorium Perpusnas, Jakarta, Selasa, 18 November 2025. (@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang meraih penghargaan Bhumandala Rajata pada ajang Bhumandala Award 2025. 

Penghargaan untuk kategori Pemerintah Kota itu diberikan atas inovasi Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU). 

Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial (BIG), Belinda Arunarwati Margono, kepada Wali Kota Tangerang, Sachrudin, di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa, 18 November 2025.

“Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Kota Tangerang menerima penghargaan Bhumandala Award dari Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk kategori Pemanfaatan Informasi Geospasial,” ujarnya.

Sachrudin berharap, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi jajaran Pemkot untuk terus memaksimalkan pemanfaatan informasi geospasial dalam pelayanan publik.

“Semoga ini menjadi penyemangat menjadi motivasi bagi kami semua dalam kemanfaatan informasi geospasial untuk peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Sachrudin.

Diketahui, SIPANTAU, merupakan sistem yang dikembangkan untuk memantau kondisi ketinggian air sungai secara real time. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang untuk membantu masyarakat menghadapi potensi banjir.

“SIPANTAU atau Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai ini, merupakan salah satu upaya mitigasi kita dalam melakukan peringatan dini bencana, khususnya bencana banjir. SIPANTAU ini sebuah aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana banjir,” paparnya.

Selain melihat kondisi muka air sungai, masyarakat juga dapat melaporkan kejadian banjir atau genangan. 

“Jadi, secara dini nanti, masyarakat bisa mengetahui kondisi muka air di sungai yang mengindikasikan adanya potensi kejadian banjir di lokasi masyarakat begitu,” imbuhnya.

Lanjut Taufik, fitur lain dalam aplikasi ini memungkinkan pengguna mengakses prakiraan cuaca tiga hari ke depan. 

“Ini berbasis spasial, ya, jadi sesuai dengan tema bahwa kita memanfaatkan informasi geospasial, yaitu berbasis wilayah. Jadi, kita bisa mengetahui sejauh mana potensi-potensi banjir ini berdasarkan lokasi masyarakat atau berbasis spasial,” jelasnya.

SIPANTAU juga dibekali sistem peringatan dini berupa alarm yang terhubung langsung ke ponsel pengguna. 

“Yang ke-2 adalah kita dapat memberikan warning atau peringatan dini kepada masyarakat berupa alarm. Jadi, alarm ini bisa langsung menginformasikan melalui handphonenya masyarakat ya, dengan mengunduh aplikasi melalui appstore,” pungkasnya.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

BISNIS
Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:16

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) berhasil naik peringkat dalam jajaran 100 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune Indonesia 100 Tahun 2026.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill