Puluhan SPPG di Kabupaten Tangerang Belum Kantongi SLHS, Satgas Siap Lapor ke BGN
Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56
Puluhan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang belum memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
TANGERANGNEWS.com- Petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Ciledug dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengevakuasi dua sarang tawon vespa dari kawasan permukiman padat penduduk pada Jumat, 27 Maret 2026 malam.
Dari dua lokasi tersebut, satu sarang yang ditemukan di atap rumah warga memiliki ukuran cukup besar dengan diameter mencapai 70 sentimeter.
Evakuasi dilakukan di dua titik berbeda, yakni di wilayah Kecamatan Larangan dan Perumahan Ciledug Indah 2, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah.
Keberadaan sarang tawon vespa itu sempat membuat warga khawatir karena lokasinya berada dekat rumah-rumah padat penduduk dan jalur aktivitas warga sehari-hari.
Petugas turun ke lokasi usai menerima laporan dari masyarakat yang merasa terancam oleh keberadaan koloni tawon tersebut.
Langkah penanganan dilakukan pada malam hari untuk mengurangi risiko serangan, baik terhadap warga sekitar maupun petugas yang melakukan evakuasi.
Dalam prosesnya, petugas menggunakan metode khusus sesuai standar penanganan tawon vespa.
Lubang sarang lebih dulu ditutup menggunakan kapas, lalu kawanan tawon dilumpuhkan dengan cairan kimia khusus sebelum sarang diturunkan secara hati-hati dari titik tempatnya menempel.
Salah satu sarang terbesar ditemukan di rumah milik Didin, warga Perumahan Ciledug Indah 2.
Ia mengaku sempat tidak menyadari keberadaan sarang tersebut, hingga ukurannya membesar dalam beberapa bulan terakhir dan mulai memunculkan kekhawatiran di lingkungan sekitar.
"Awalnya kami tidak memperhatikan, tiba-tiba sudah besar saja. Kami khawatir karena daerah sini padat penduduk dan banyak anak-anak yang sering lalu-lalang. Alhamdulillah, belum ada korban sengatan, dan kami langsung lapor ke tim Damkar," ujar Didin.
Komandan Regu 3 UPT Damkar Ciledug Syuhada menjelaskan, pemilihan waktu evakuasi pada malam hari bukan tanpa alasan.
Menurut dia, penanganan tawon vespa memang lebih aman dilakukan saat malam karena seluruh koloni biasanya kembali ke sarang, sementara aktivitas warga di sekitar lokasi juga sudah jauh berkurang.
"Kami menerima laporan langsung dari warga dan segera meluncur. Evakuasi dilakukan malam hari karena jika siang hari sangat berisiko bagi warga sekitar. Alhamdulillah, proses di dua titik ini berjalan lancar tanpa kendala berarti," jelas Syuhada.
Untuk menurunkan sarang berukuran jumbo dengan diameter 70 sentimeter itu, petugas membutuhkan waktu sekitar 40 menit.
Setelah berhasil dilepas dari atap rumah, sarang kemudian dibawa ke Pos Damkar Ciledug untuk dimusnahkan agar tidak kembali membahayakan lingkungan sekitar.
Beruntung tidak ada laporan korban sengatan selama proses evakuasi.
Namun, petugas mengimbau keberadaan tawon vespa tidak boleh dianggap sepele, terutama jika sarangnya muncul di area padat penduduk, dekat sekolah, jalan lingkungan, atau tempat bermain anak-anak.
BPBD Kota Tangerang melalui petugas Damkar Ciledug juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke pos pemadam kebakaran terdekat apabila menemukan sarang tawon vespa di sekitar rumah.
Pasalnya, sengatan serangga jenis ini dapat menimbulkan dampak serius dan dalam kondisi tertentu berisiko fatal bila tidak segera ditangani dengan tepat.
Puluhan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang belum memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
TODAY TAGMaskapai Emirates memiliki salah satu pesawat komersial terbesar di dunia, yakni Airbus A380 yang pada Sabtu, 8 Agustus 2026, lalu, sempat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta
Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews