Connect With Us

2 Pemuda Kepergok Bawa 331 Butir Obat Keras Ilegal Hendak Diedarkan di Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 17 April 2026 | 14:03

2 pemuda ditangkap bawa ratusan butir obat keras ilegal untuk diedarkan di Tangerang, (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dua pemuda diamankan polisi karena kedapatan membawa ratusan butir obat keras daftar G jenis tramadol dan eksimer yang diduga akan diedarkan di wilayah Kota Tangerang, Kamis malam 16 April 2026.

Penangkapan bermula saat Tim Patroli Presisi Sat Samapta Polres Metro Tangerang Kota melintas di Jalan Windu Karya, tepatnya di samping Lapangan Ahmad Yani.

Petugas curiga dengan gerak-gerik dua pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi tersebut.

Kendaraan kemudian diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, petugas menemukan tas selempang yang disembunyikan di balik jaket, berisi ratusan butir obat keras.

“Kami temukan 298 butir tramadol dan 33 butir eksimer dari kedua pelaku,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, Jumat 17 April 2026.

Keduanya masing-masing berinisial IR, 28, dan FF, 19. Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya mengaku baru saja membeli obat-obatan tersebut dari kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Rencananya, obat tersebut akan dijual kembali di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang, dengan harga sekitar Rp50.000 per lempeng.

“Ini jelas melanggar hukum karena obat daftar G tidak boleh diperjualbelikan secara bebas tanpa izin dan resep dokter,” tegas Kapolres.

Selain obat-obatan, polisi juga mengamankan dua unit ponsel, dua tas selempang, serta satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku.

Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli, khususnya pada malam hari, guna mencegah peredaran obat-obatan terlarang serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kota Tangerang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam peredaran obat-obatan ilegal. Selain berbahaya bagi kesehatan, juga ada konsekuensi hukum yang tegas,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jaga Jakarta+, yang menekankan peran aktif kepolisian bersama masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan melalui layanan kepolisian 110, agar dapat segera ditindaklanjuti.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill