TANGERANGNEWS.com-Puluhan penyandang disabilitas Kota Tangerang mengikuti pelatihan optimalisasi mesin pencari (search engine) dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang diadarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat.
Kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta ini berkolaborasi dengan BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian KomDigi) serta Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) di Patio Puspem Kota Tangerang, Kamis 4 Juni 2026.
Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Mugiya Wardhany menjelaskan pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk mendongkrak indeks literasi digital Kota Tangerang, sekaligus memastikan teman-teman disabilitas terlibat aktif dalam perkembangan teknologi modern.
"Pelatihan ini juga menjadi ruang bagi kami untuk menerima langsung masukan terkait pengalaman pengguna mereka saat mengakses aplikasi layanan publik kami," ujarnya.
Pemkot Tangerang juga bersinergi dengan BPSDM Kementerian KomDigi untuk memaksimalkan peran Pandu Literasi termasuk melibatkan figur disabilitas, untuk memberikan edukasi inklusif dari dan untuk sesama disabilitas.
"Selain literasi AI, fokus utama kegiatan ini adalah penguatan simpul jaringan pengaduan inklusif melalui fitur disabilitas di aplikasi Laksa Plus. Program yang masif diperkenalkan sejak September 2025 ini, dirancang agar ramah akses bagi kelompok rentan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelola Ruang Kendali Kota Diskominfo Kota Tangerang Iqbal Santoso menyatakan, membangun aplikasi saja tidak cukup, melainkan harus dibarengi dengan pembangunan ekosistemnya.
"Tentu masih banyak PR ke depan karena aplikasi saja tidak cukup, kita harus membangun ekosistemnya. Komitmen awal kami adalah menyamakan kesadaran di seluruh perangkat daerah agar tindak lanjut laporan masyarakat disabilitas berjalan optimal dan berkeadilan," tutur Iqbal.
Ia menyambut baik masukan para peserta dan menyatakan bahwa ke depannya pelatihan literasi digital akan dilakukan secara spesifik berdasarkan masing-masing ragam disabilitas, agar materi yang disampaikan lebih efektif dan sesuai kebutuhan.
"Pendekatan inklusif harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Ke depan, kami berencana menyelenggarakan pelatihan serupa dengan modul yang sama, namun audiensnya dikelompokkan khusus agar penyerapan materi jauh lebih efektif," tambahnya.
Abdul Aziz, seorang warga disabilitas tunanetra asal Kecamatan Cibodas Baru mengapresiasi aksesibilitas aplikasi Laksa Plus yang dinilai sangat ramah bagi pengguna pembaca layar (screen reader).
"Tidak semua aplikasi pemerintahan itu aksesibel untuk tunanetra yang membutuhkan pembaca layar, tapi alhamdulillah Laksa Plus ini semuanya terbaca dengan baik," ungkap Abdul.
Ia berharap ke depan, Pemkot Tangerang dapat merespon lebih cepat aduan agar apa yang diaspirasikan dari teman-teman disabilitas segera terealisasi.