Connect With Us

Waspada Macet! Rekayasa Lalu Lintas Dampak Perbaikan 4 Ruas Jalan Kota Tangerang Berlangsung 2 Bulan

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:27

Rekayasan lalu lintas diberlakukan Pemkot Tangerang dalam proses perbaikan empat ruas jalan yang akan berlangsung selama dua bulan. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota resmi memberlakukan skema rekayasa lalu lintas di empat ruas jalan utama mulai Senin, 10 Agustus 2026.

Kebijakan ini diambil menyusul dimulainya proyek perbaikan infrastruktur jalan yang diperkirakan akan memakan waktu pengerjaan selama dua bulan ke depan mulai dari Jalan M. Toha Karawaci, Jalan Iskandar Muda Neglasari, Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari dan Jalan Sitanala.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Achmad Suhaely menegaskan bahwa rekayasa arus lalu lintas ini krusial untuk memastikan kelancaran mobilitas warga sekaligus mengantisipasi potensi kemacetan parah selama proyek berlangsung, termasuk di titik padat Jalan Raya M. Toha Karawaci.

"Skema rekayasa lalu lintas ini akan berlangsung selama proyek perbaikan masih berlangsung. Oleh karenanya, kami mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk terus memantau perkembangan informasi terbaru," ujar Suhaely, Senin 10 Agustus 2026.

 

Titik Perbaikan dan Skema Pengalihan Arus

Proyek perbaikan jalan ini secara resmi menyasar empat ruas jalan utama di Kota Tangerang dan diproyeksikan rampung dalam waktu dua bulan.

Guna meminimalisir kelumpuhan lalu lintas akibat durasi pengerjaan yang cukup panjang tersebut, Pemkot memastikan tidak ada penutupan total, melainkan menerapkan sistem pengalihan dan pengaturan khusus.

Bagi pengguna jalan dari arah Periuk (Pasar Kemis dan lainnya) ke Tangerang Kota via Jalan Raya M. Toha Karawaci dan sebaliknya, dimbau untuk menggunakan jalur alternatif Jalan Arya Wangsakara dan Jalan Arya Santikan ke arah Jalan Otista.

Selain itu hindari Jalan Iskandar Muda (dekat Kantor Neglasari) agar tidak terjadi penumpukan kendaraan selama proyek perbaikan berlangsung.

"Jadi tidak ada yang ditutup penuh, Jalan M. Toha dan Jalan Iskandar Muda sudah disediakan jalur alternatifnya," jelas Suhaely.

Sedangkan untuk Jalan Marsekal Suryadarma, mengingat keterbatasan ruang jalan yang tidak memungkinkan karena adanya pengalihan arus penuh, jadi akan diterapkan contraflow. "Kalau Jalan Sitanala tidak diberlakukan rekayasa apapun,” tambah Suhaely.

Untuk memastikan proyek berdurasi dua bulan ini berjalan kondusif tanpa menghambat aktivitas warga secara total, Dishub Kota Tangerang terus memasifkan sosialisasi kepada masyarakat luas.

Pihaknya juga berkoordinasi erat dengan pelaksana proyek agar menyiagakan petugas flagman di lapangan guna membantu petugas kepolisian mengurai kepadatan sewaktu-waktu terjadi lonjakan volume kendaraan.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

HIBURAN
Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 19:30

Yamaha Indonesia menggelar giveaway berhadiah satu unit Yamaha Fazzio Special Edition Sunset Blue dalam rangka menyambut momen kembali ke sekolah.

KOTA TANGERANG
Waspada Macet! Rekayasa Lalu Lintas Dampak Perbaikan 4 Ruas Jalan Kota Tangerang Berlangsung 2 Bulan

Waspada Macet! Rekayasa Lalu Lintas Dampak Perbaikan 4 Ruas Jalan Kota Tangerang Berlangsung 2 Bulan

Senin, 10 Agustus 2026 | 17:27

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota resmi memberlakukan skema rekayasa lalu lintas di empat ruas jalan utama mulai Senin, 10 Agustus 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill