Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com-Fenomena tingginya angka pengangguran dari kalangan lulusan sarjana menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Diketahui, berdasarkan survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Mei 2026 ada sebanyak 1.033.132 orang dengan latar belakang lulusan D4, S1, S2 dan S3 belum mendapatkan pekerjaan.
Sementara di Kabupaten Tangerang sendiri, Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat ada sebanyak 3.567 lulusan Sarjana menganggur di wilayah tersebut.
Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Dr. H. Desri Arwen, M.Pd., menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Menurutnya, kesenjangan antara kurikulum akademik dengan realitas lapangan menjadi faktor utama yang harus dibenahi.
"Konsep kehidupan itu kan hulu dan hilir. Link and match antara perguruan tinggi dengan dunia usaha itu niscaya harus terjadi. Kenapa? Supaya apa yang diorder itulah yang dibuat. Apa yang dibuat, itulah yang diorder, supaya nanti tidak ada mismatch (kesenjangan)," tegas Desri Arwen saat diwawancarai TangerangNews, Selasa 18 Agustus 2026.
Desri Arwen menilai bahwa barangkali selama ini proses pendataan dan penerimaan mahasiswa baru belum sepenuhnya terkoneksi secara komprehensif dengan kebutuhan dunia kerja.
"Oleh karena itu, UMT berkomitmen untuk terus menyelaraskan program-programnya dengan pemetaan kebutuhan tenaga kerja," katanya.
Membangun Mentalitas Kewirausahaan
Selain memperkuat kompetensi teknis, UMT juga fokus pada penguatan mentalitas mahasiswa. Baginya, ijazah sarjana tidak boleh hanya menjadi modal untuk mencari kerja sebagai pegawai, tetapi harus menjadi modal untuk beradaptasi dan berinovasi.
"Apapun itu, menurut saya ini adalah kaitan dengan kreativitas dan kompetensi. Artinya, kalau seorang sudah jadi sarjana, filosofi sarjana itu kan orang yang terpelajar. Kalau terpelajar, itu kan kemampuan beradaptasi dengan segala macam dinamika, bahkan anomali kehidupan," jelas Desri Arwen.
Untuk menjawab tantangan tersebut, UMT menyiapkan program entrepreneurship bagi mahasiswa. Program ini dirancang agar lulusan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja, tetapi mampu menciptakan peluang kerja mandiri.
"Tentu saja mahasiswa perlu kita siapkan namanya entrepreneurship. Artinya, taruhlah dia nanti akan dilepas dalam lautan luas kehidupan. Entah di mana dia akan diceburkan nanti, namun ketika dia memiliki kesiapan untuk itu, dia akan mempunyai keterampilan untuk bertahan dalam dinamika gelombang pasang yang tinggi itu," tambah Desri Arwen.
Pentingnya Komunikasi Antarpihak
Desri Arwen juga menegaskan perguruan tinggi harus menjadi titik temu (meeting point) dan titik lebur (melting point) bagi berbagai gagasan.
Ia mendorong komunikasi intensif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri untuk merancang masa depan pendidikan yang lebih aplikatif.
"Pemerintah dan dunia industri (DUDI) harus berkomunikasi guna memetakan kebutuhan tenaga kerja masa kini dan masa depan," katanya.
Dengan pendekatan ini, UMT berharap para lulusannya tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga ketangguhan mental dan kemampuan adaptasi tinggi dalam menghadapi pasar tenaga kerja yang dinamis.
Di akhir komentarnya, Desri Arwen menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh mahasiswa dan generasi muda agar tidak mudah patah arang dalam menghadapi ketatnya persaingan global.
Menurutnya, kesuksesan seorang sarjana di masa depan sangat bergantung pada bagaimana mereka mampu mengelola diri dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
"Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa beradaptasi dan terus berkontribusi dalam kondisi apa pun," tutupnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TODAY TAGKomisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
Akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews