Connect With Us

Perumahan di Kota Tangerang Tidak Perhatikan Drainase

| Minggu, 27 November 2011 | 19:04

Warga menonton banjir di Ciledug (tangerangnews / dira)

TANGERANG-Banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah di Kota Tangerang ditenggarai karena rancangan drainase di perumahan yang kurang diperhatikan oleh pengembang.
 
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tangerang, Lodi Sutardjo, Minggu (27/11). Menurutnya, kebanyakan pengembang mengabaikan drainase terpadu yang befungsi untuk menangkal banjir di perumahan yang mereka bangun.
 
“Hal ini terjadi sebelum Kota Tangerang memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang. Tiap pembangunan selalu menyebabkan banjir karean lemahnya perhitungan pembangunan drainase, seperti di Perumahan Ciledug Indah, Pinang Griya, Pondok Bahar, Total Persada, Poris Indah, Cibodas,” ungkapnya.
 
Selain pembuatan drainase yang buruk, pengembang perumahan juga kerap melakukan pengerukan tanah untuk mendapatkan untung berlimpat.  “Dulu, pengembang selalu membuat cekungan dengan mengeruk tanah di area pengembangan dan menjualnya,” terang Lodi.
 
Lodi menegaskan, untuk kedepan, pihaknya tidak akan rekomendasikan pengeluaran izin pengebangan sebelum perencanaan drainasenya matang. “Kamu juga melarang dilakukan pengerukan lahan. Sebaliknya, kami minta mereka meratakan tanah yang cekung dan membuat drainase yang terintegrasi dengan aliran sungai sebelum dilakukan pembangunan,” tandasnya.
 
Kepala Bidang Sumberdaya Air pada DPU Surahman Iskandar menambahkan, kebanyakan pengembang memang menyukai lahan yang dekat aliran sungai atau aliran drainase primer. Guna memastikan kelayakan pembangunan, pihaknya akan mempelajari dan mengkaji kelayakan drainasenya terlebih dahulu. “Proses pengkajian drainasi akan dilakukan sebelum kami nyatakan layak untuk dibangun perumahan,” tandasnya.(RAZ)

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

TANGSEL
Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus

Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus

Jumat, 15 Mei 2026 | 14:06

Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

TEKNO
AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan

AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan

Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06

Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill