Connect With Us

Banjir Putus Jalan di Ciledug Indah

| Kamis, 14 Februari 2013 | 10:29

Warga Perumahan Ciledug Indah 2 mengungsi menggunakan perahu karet akibat banjir ( / )

TANGERANG-Banjir mulai menggenangi wilayah perumahan di Ciledug Indah I dan Ciledug Indah II, Kota Tangerang, Kamis (14/2). Bahkan banjir juga telah memutus Jalan KH Hasyim Ashari yang menjadi jalan utama di depan perumahan tersebut.

 
Ketinggian air di jalan tersebut mencapai sebetis orang dewasa. Sedangkan di dalam perumahan tersebut paling dalam mencapai pinggang orang dewasa. Namun, warga di perumahan tersebut yang biasa dengan banjir tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa.
 
“Mau bagaimana lagi, kami terpaksa tetap bekerja, karena malu kalau harus izin tak masuk dengan alasan yang sama (banjir),” ujar  Ega, seorang warga perumahan Ciledug Indah I, Kamis (14/2).

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Kota Tangerang Endang Maturidi mengatakan, warga yang rumahnya sudah terendam hingga sepaha orang dewasa telah melakukan evakuasi terhadap barang-barang berharga miliknya ke tempat yang lebih tinggi. “Sudah dipindahkan barang berharga sejak semalam,” ujarnya.

Saat ini sekurangnya 25 personil Rescue dari Damkar Kota Tangerang sudah terjun kelokasi, dengan tiga  perahu karet untuk mengevakuasi warga. (DRA)
 
TANGSEL
Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Senin, 28 September 2026 | 19:58

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Kepolisian melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, selama tiga hari, 28-30 September 2026.

BANTEN
Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Selasa, 29 September 2026 | 08:37

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill