Connect With Us

Terlalu Mirip Gayus

| Senin, 8 November 2010 | 16:31

Mirip Gayus (kompas / kompas)

Sabtu pekan lalu, harian berbahasa Inggris Jakarta Globe memuat sebuah foto di halaman lima. Seorang pria berkacamata tersenyum, tangan melipat di dada. Pria itu seorang penonton di gelaran Commonwealth Bank Tournament Of The Champions WTA di Nusa Dua, Bali. Ia sungguh mirip Gayus, tapi rambutnya berbeda.
 
Rupanya, bukan hanya fotografer Jakarta Globe saja yang melihat kemiripan itu. Agus Susanto, fotografer Kompas, juga mengabadikan wajah si pria. Tangkapan layar Kompas.com memperlihatkan kemiripan antara pria itu dengan Gayus. Agus sukses menangkap wajah si pria saat bibirnya terkatup. Kompas lalu membandingkan foto Agus dengan foto lain di arsip mereka. Mirip.
 
Kebetulan pula, pada Jumat (5/11) pekan lalu, Gayus yang ditahan di rumah tahanan Brigade Mobile Polri di Kelapa Dua, Depok, keluar tahanan dari pagi hingga larut malam. Tersangka kasus mafia pajak itu dikawal sejumlah polisi. Mabes Polri mengatakan Gayus minta izin keluar untuk berobat.
 
Tampaknya ada yang salah dengan berobatnya Gayus itu. Juru bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, seperti dilaporkan Tempointeraktif.com, Senin (11/8), mengatakan sembilan polisi yang mengawal Gayus diperiksa di Divisi Profesi dan Pengamanan. Pengawas internal ingin mencari tahu, apakah para petugas menerima iming-iming tertentu dari Gayus. Hasilnya, sejauh ini, belum dirilis. Bila ada unsur suap, maka ada pelanggaran pidana. Tapi, tanpa suap pun, para petugas itu bisa diincar sanksi indisipliner.
 
Masih kata Iskandar, Gayus juga sempat menengok rumah besarnya di Kelapa Gading, yang terlalu mewah dibandingkan pangkatnya di Departemen Keuangan, pegawai golongan III A.
Siang tadi, Gayus kembali menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sejumlah wartawan tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Gayus ditanyai soal kunjungannya ke Bali. Yang ditanya tak mengaku. Disodori fotonya, Gayus menunjukkan perbedaan rambut pria penonton tenis yang berambut lurus itu dengan dirinya, yang berambut ikal.
 
Tapi mari kita cermati lagi foto Gayus itu. Gayus, berdasar sejumlah foto di arsip berbagai media, punya ciri bibir atas yang agak miring ke kanan. Bentuk hidung dan arah tumbuh alisnya pun supermirip dengan pria penonton tenis di Nusa Dua itu. Yang beda memang rambutnya. Tapi, rambut pria di Nusa Dua itu agak aneh. Arah jatuhnya tak tampak natural. Seperti rambut palsu.
Menurut Agus Susanto, pria itu memang sebentar-sebentar membenarkan rambut. Ia juga sering menutup mulut dan hidungnya, sambil menonton laga petenis Slowakia Daniela Hantuchova melawan petenis Belgia Yanina Wickmayer.(

BANDARA
Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Jadi Pusat Keberangkatan Jemaah Umrah Mulai 1 Juli

Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Jadi Pusat Keberangkatan Jemaah Umrah Mulai 1 Juli

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:06

Mulai 1 Juli 2026, proses keberangkatan jemaah umrah rombongan yang menggunakan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) akan dialihkan secara terpusat melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

BISNIS
Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Senin, 22 Juni 2026 | 11:45

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.

TEKNO
Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Senin, 22 Juni 2026 | 18:36

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.

NASIONAL
Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:34

Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill