Connect With Us

Viral Pria Sebut Pendukung Palestina Enggak Ada Otak, Warganet Ngamuk

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 4 November 2023 | 03:22

Tangkapan layar potongan video viral pria menyebut pendukung Palestina enggak ada otak. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria menyinggung pendukung Palestina.

Pria paruh baya yang mengenakan baju batik itu mengaku sebagai pendukung Israel dalam konflik Palestina-Israel.

"Pendukung Israel itu otaknya pasti ada, kalau pendukung Palestina otaknya enggak ada," katanya dalam video yang diunggah @terang_media, Jumat, 03 November 2023.

Menurutnya, Palestina tidaklah kekurangan dana melainkan kekurangan keadilan.

Bahkan, pria itu menantang balik saat diancam akan diviralkan oleh perekam video.

"Siap tanggung jawab dengan omongan lu ya, viral ya, ini lu ngomong apa yakin nih konsekuensinya," ucap perekam video.

Menanggapi ancaman, pria itu hanya tersenyum cengengesan dan memaki balik.

"Yakin, para pendukung Palestina be**," tukasnya.

Video kontroversial itu pun menuai tanggapan dari warganet yang kesal terhadap pria tersebut.

"Otak lo ada tapi gk jalan.. mulutmu harimaumu..," ujar akun @yusuf_sultanrama.

"Kasihan ingin terkenal ngebacot tdk becus," komentar akun @js.binthalib.

"Bentar lagi juga lemes kek tikus masuk got..," timpal akun @homepampam.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill