Connect With Us

Cegah Hiperglikemia dan Hipoglikemia saat Mudik

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 4 April 2024 | 08:45

Ilustrasi cek gula darah. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Agar mudik Lebaran 2024 berjalan dengan lancar, kondisi badan perlu dijaga. Pasalnya, mudik membutuhkan fisik yang prima.

Terlebih jika jarak mudik yang Anda tempuh cukup jauh. Banyak orang yang sakit saat mudik karena tidak memperhatikan kondisi tubuhnya. 

Kurang mengonsumsi makanan atau sebaliknya mengonsumsi makanan yang mengandung gula secara berlebihan seringkali menjadi sumber gangguan kesehatan saat mudik, yaitu hipoglikemia dan hiperglikemia.

Keduanya dapat mengganggu momen mudik Anda. Pastikan mencegahnya agar kedua kondisi ini timbul saat mudik dan  menyusahkan Anda.

 

Apa itu hiperglikemia?

dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, MM, MARS, Dip.TH, DCD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital BSD menjelaskan hiperglikemia adalah kondisi tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Umumnya kondisi ini ditemukan pada penyandang diabetes.

"Hiperglikemia bisa terjadi selama mudik bila Anda tidak mengontrol konsumsi makanan dan minuman Anda. Misalnya mengonsumsi teh manis, kolak, atau hidangan manis khas bulan Ramadan lainnya secara berlebihan," katanya, Kamis 4 April 2024.

Gejala yang ditimbulkan oleh kondisi hiperglikemia bisa berupa rasa haus atau lapar terus menerus, pusing, pandangan kabur, dan sering buang air kecil.

Bila kadar gula darah dibiarkan tinggi dalam waktu lama, hiperglikemia dapat meningkatkan risiko diabetes. Sedangkan bagi penyandang diabetes kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi akut, seperti ketoasidosis diabetik.

 

Cara mencegah hiperglikemia saat mudik

Agar terhindar dari gejala mengganggu hiperglikemia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, yaitu:

 

  1.   Menghindari makanan dan minuman tinggi gula

Umumnya hidangan buka puasa atau lebaran identik dengan makanan manis. Oleh karena itu selama mudik hindari mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan, terutama teh manis.

"Minuman ini sering menjadi minuman favorit selama bulan puasa dan lebaran sehingga tanpa sadar seseorang bisa mengonsumsi gula secara berlebihan. Sebagai alternatif, Anda bisa meminum teh tawar," kata dr. Rudy.

 

  2.   Perbanyak konsumsi serat

Mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayuran hijau dan buah-buahan dapat membantu terhindar dari hiperglikemia saat mudik. Makanan berserat memang tidak dapat mengurangi kadar gula darah secara langsung.

"Namun mengonsumsinya dapat membuat Anda merasa kenyang lebih cepat dan lama sehingga terhindar dari keinginan untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis," jelas dr. Rudy.

 

  3.   Banyak minum air putih

Mengonsumsi air putih dapat membantu mencegah tingginya kadar gula darah. Air bermanfaat membantu ginjal membuang semua kelebihan gula dalam darah lewat air seni.

Selain itu, minum banyak air putih dapat mencegah Anda dari dehidrasi selama mudik.

 

  4.   Tidur yang cukup

Kurang tidur dapat memicu tingginya kadar gula darah. Saat mudik, hal ini sering terjadi. Oleh karena itu persiapkan waktu istirahat saat mudik untuk mencegah kurang tidur.

 

  5.   Hindari stres

Macet dan kelelahan selama mudik dapat membuat seseorang stres. Hal ini dapat memicu tingginya kadar gula darah. Oleh karena itu, pastikan pikiran serileks mungkin selama mudik agar terhindar dari hiperglikemia.

 

  6.   Cek gula darah

Mampir lah ke apotek untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kadar gula darah. Bila gula darah sedang tinggi, lakukan cara di atas untuk menurunkannya.

 

Apa itu hipoglikemia?

Kebalikan dari hiperglikemia, hipoglikemia adalah kondisi rendahnya gula darah dalam tubuh. Penyebab utamanya adalah kurang makan atau berlebihnya konsumsi obat diabetes pada penyandang diabetes.

"Gejala dari kondisi ini juga bisa mengganggu situasi mudik Anda. Beberapa di antaranya adalah gelisah, gemetaran, jantung berdetak kencang, keringat dingin, lapar, pusing dan linglung," terang dr. Rudy.

 

Cara mencegah hipoglikemia saat mudik

-Pastikan makan dengan cukup saat berbuka atau sahur

-Makan atau minum minuman manis seperti jus atau teh manis saat timbul gejala hipoglikemia

 

Hiperglikemia dan hipoglikemia adalah dua kondisi kesehatan yang dapat mengganggu mudik. Untungnya, cara mengatasinya cukup mudah.

Jika kelebihan gula, hindari makanan dan minuman manis. Sementara jika kekurangan gula, konsumsi lah makanan dan minuman manis. Namun pastikan jumlahnya tidak berlebihan.

"Jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter, terutama bagi penyandang diabetes yang akan mudik, yaitu terkait pengaturan obat. Bila gejala tetap berlanjut meski sudah melakukan cara pencegahan, lekaslah hubungi dokter," tutup dr. Rudy.

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

NASIONAL
Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Lulusan SD hingga SMP Menurut Data BPS

Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Lulusan SD hingga SMP Menurut Data BPS

Jumat, 6 Februari 2026 | 10:56

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat struktur tenaga kerja di Indonesia hingga November 2025 masih didominasi oleh penduduk bekerja dengan tingkat pendidikan dasar.

OPINI
Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38

Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.

PROPERTI
Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Kamis, 5 Februari 2026 | 07:29

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat rute Kembangan- Balaraja dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill