Connect With Us

Sejarah Awal Mula 9 Februari Diperingati Sebagai Hari Pers Nasional

Fahrul Dwi Putra | Senin, 9 Februari 2026 | 05:31

Hari Pers Nasional 2026 Banten. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Setiap 9 Februari, insan pers di Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sebagai momentum untuk menengok kembali perjalanan panjang pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Sejarah pers nasional tak bisa dilepaskan dari masa perjuangan melawan penjajahan. Pada periode tersebut, wartawan Indonesia menjalankan peran ganda seperti dilansir dari detikcom. 

Di satu sisi, mereka menjalankan fungsi jurnalistik untuk membangkitkan kesadaran nasional melalui pemberitaan. Di sisi lain, para wartawan juga terlibat langsung dalam aktivitas politik dan perlawanan rakyat, sebuah peran yang terus berlanjut hingga Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Semangat persatuan di kalangan wartawan kemudian melahirkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946. 

Organisasi ini menjadi simbol kebersamaan wartawan Indonesia dalam menjaga kehormatan profesi sekaligus kedaulatan bangsa melalui kerja jurnalistik. 

Tanggal berdirinya PWI inilah yang kemudian menjadi tonggak dalam sejarah pers nasional.

Gagasan untuk menetapkan Hari Pers Nasional muncul beberapa dekade kemudian. Pada Kongres PWI ke-28 di Padang, Sumatera Barat, tahun 1978, para tokoh pers mengusulkan perlunya satu hari khusus untuk memperingati peran pers secara nasional. 

Usulan tersebut kembali dibahas dalam Sidang Dewan Pers ke-21 di Bandung pada 19 Februari 1981, sebelum akhirnya diajukan secara resmi kepada pemerintah.

Proses penetapan Hari Pers Nasional berlangsung cukup panjang hingga akhirnya disahkan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. 

Keppres yang ditandatangani Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985 itu menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional, bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia.

Sejak ditetapkan secara resmi, peringatan Hari Pers Nasional digelar setiap tahun dengan lokasi yang bergilir di berbagai ibu kota provinsi. 

Setiap peringatan juga mengusung tema yang berbeda, dengan tujuan mendorong perkembangan pers nasional yang bebas, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Hari Pers Nasional menjadi refleksi kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi. 

Pers dituntut tidak hanya bebas dalam menyampaikan informasi, tetapi juga memegang tanggung jawab moral untuk menjaga akurasi, objektivitas, serta independensi dari kepentingan tertentu.

Pada 2026, Provinsi Banten dipercaya menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Hari Pers Nasional yang berlangsung pada 6 hingga 9 Februari. 

Puncak acara direncanakan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto. HPN 2026 mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, yang menegaskan peran penting pers profesional dalam mendukung kemandirian ekonomi dan penguatan bangsa.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill