TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) kembali meraih penghargaan Satya JKN Awards 2026 sebagai badan usaha milik negara (BUMN) terbaik nasional.
PLN memperoleh skor 95, tertinggi di antara 10 BUMN penerima penghargaan, sekaligus mempertahankan prestasi tersebut selama dua tahun berturut-turut.
Penghargaan yang diberikan BPJS Kesehatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada badan usaha atas komitmen dan kepatuhan dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk pemenuhan kewajiban perlindungan kesehatan bagi pekerja.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengapresiasi perusahaan yang konsisten memenuhi kewajiban jaminan kesehatan bagi karyawannya.
"Terima kasih kepada seluruh badan usaha, perusahaan-perusahaan yang telah terus memberikan komitmen dan disiplin yang penuh, kepada para karyawannya untuk terus menjadi bagian dari mendukung BPJS melalui dukungan besar kepada JKN ini," ujar Muhaimin.
Direktur Utama PLN Suroso Isnandar mengatakan, perlindungan tenaga kerja menjadi salah satu bagian penting dalam membangun operasional perusahaan yang produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, kesejahteraan pekerja turut mendukung kesiapan PLN dalam menjaga pasokan listrik dan memberikan pelayanan kepada pelanggan.
PLN juga menerapkan kewajiban kepesertaan dan pembayaran iuran BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja yang berada di bawah mitra penyedia jasa, termasuk Tenaga Alih Daya (TAD).
"Kami mendorong setiap mitra penyedia jasa untuk memastikan pekerjanya memperoleh hak perlindungan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan," kata Suroso.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pengelolaan rantai pasok PLN. Perusahaan tidak hanya menetapkan standar kualitas dan produktivitas pekerjaan bagi mitra, tetapi juga memastikan aspek perlindungan sosial tenaga kerja menjadi perhatian dalam kegiatan operasional.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Nurlely Aman menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan transformasi Human Capital Journey PLN 2026–2030.
Transformasi ini mengusung pendekatan berorientasi pada pekerja, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kepatuhan dan keberlanjutan.
"Transformasi Human Capital Journey PLN 2026–2030 tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi dan peningkatan produktivitas pekerja, tetapi juga memastikan setiap insan dalam ekosistem PLN mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak-haknya," jelas Nurlely.
PLN juga memperkuat pengelolaan sumber daya manusia melalui optimalisasi data kepesertaan dan pemantauan kepatuhan jaminan sosial.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kerja yang produktif sekaligus mendukung keberlangsungan layanan kelistrikan.
Nurlely mengatakan, penghargaan Satya JKN Awards 2026 menjadi dorongan bagi PLN untuk terus meningkatkan tata kelola perusahaan dan memastikan perlindungan pekerja berjalan secara berkelanjutan.
"Bagi kami, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian operasional, tetapi juga dari kemampuan membangun ekosistem kerja yang sehat, produktif, dan berdaya dukung terhadap peningkatan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan," tutupnya.