Connect With Us

Bukan Cuma Digitalisasi, Ini 3 Pilar Mindset dari Alamanda Shantika untuk Umkm Berkelanjutan

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 14 Desember 2025 | 21:34

Seminar “Membangun UMKM Tangguh di Era AI dan Ketidakpastian Global,” yang diselenggarakan oleh Prodi Akuntansi Universitas Pamulang dengan narasumber Alamanda Shantika, seorang Presiden dan Direktur Bisnis Binar Academy (@TangerangNews / Redaksi)

Oleh : Agnestin Oy, Mahasiswa Universitas Pamulang

 

TANGERANGNEWS.com- Era Kecerdasan Buatan (AI) dan ketidakpastian global telah menciptakan tantangan yang lebih kompleks bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perubahan pasar dapat terjadi dalam sekejap serta menuntut kecepatan adaptasi yang ekstrem. Bagaimana UMKM dapat melampaui sekadar bertahan dan benar-benar membangun ketangguhan yang berkelanjutan?

Pertanyaan mendasar inilah yang menjadi fokus utama dalam seminar “Membangun UMKM Tangguh di Era AI dan Ketidakpastian Global,” yang diselenggarakan oleh Prodi Akuntansi Universitas Pamulang. Menjawab pertanyaan kritis tentang cara adaptif, Alamanda Shantika, seorang Presiden dan Direktur Bisnis Binar Academy, memberikan pandangannya.

Alamanda, yang juga dikenal sebagai mantan Vice President of Product di Go-Jek, berbagi pengalaman mendalam dalam membangun produk digital yang disruptif.

Ia menegaskan bahwa fondasi fundamental, ketangguhan, dan keberlanjutan UMKM tidak bersumber dari kepemilikan alat digital canggih semata, melainkan dari tiga pilar mindset yang wajib ditanamkan oleh setiap pebisnis.

Tiga Pilar Mindset UMKM Tangguh

1. Integritas dan Kejujuran (Fondasi Kepercayaan Jangka Panjang)

Integritas dan kejujuran adalah modal utama yang tidak bisa dibeli. Di tengah hiruk pikuk pasar digital, di mana ulasan bintang dan reputasi daring dapat runtuh dalam hitungan menit, pilar ini menjadi sangat penting.

"Integritas dan kejujuran adalah modal utama yang tidak bisa dibeli. Bisnis yang jujur dan transparan akan membangun kepercayaan, dan kepercayaan adalah aset paling tahan banting yang dimiliki UMKM."

Integritas memastikan bahwa bisnis memiliki kualitas hubungan yang kuat dengan pelanggan, mitra, dan supplier. Hal ini mencakup transparansi tentang sumber produk, proses produksinya, hingga kebijakan internal. UMKM perlu melakukan pivoting (perubahan fokus bisnis), didukung loyalitas dari komunitas yang sudah percaya pada integritas mereka menjadi modal sosial utama untuk menentukan keberhasilan adaptasi. Kejujuran juga mencakup pelaporan keuangan dan pajak yang merupakan prasyarat mutlak untuk pertumbuhan yang terukur.

2. Jangan Takut Gagal, Kumpulkan Eksperimen

Filosofi kedua adalah mengenai cara UMKM seharusnya memandang proses perubahan dan inovasi. Kecepatan adalah nama permainan di era disrupsi, dan kecepatan hanya bisa dicapai melalui proses belajar yang dipercepat.

"Jangan takut gagal. Dari kegagalan kita dapat belajar banyak. Banyak gagal, bisa banyak menabung eksperimen."

Alamanda menekankan bahwa kegagalan bukanlah kerugian, melainkan biaya riset dan data yang telah termiliki. Setiap percobaan yang tidak berhasil memberikan informasi tentang apa yang tidak berfungsi di pasar, mengeliminasi opsi yang salah, dan mengarahkan UMKM lebih dekat ke solusi yang relevan. Pola pikir "menabung eksperimen" ini adalah mentalitas startup yang mempercepat kemampuan UMKM untuk menemukan solusi adaptif berikutnya. Mindset ini menumbuhkan budaya inovasi yang fearless (tanpa rasa takut), yang merupakan mesin utama ketangguhan jangka panjang.

3. Peka Terhadap Sekitar untuk Menemukan Peluang

Kunci terakhir adalah tentang bagaimana UMKM dapat bersikap proaktif, alih-alih hanya reaktif terhadap perubahan yang terjadi.

"Peka terhadap sekitar kita. Karena kita dapat menemukan peluang."

Adaptasi yang sukses lahir dari kepekaan (empati) terhadap masalah di sekitar. Gojek sendiri, sebagai aplikasi, lahir dari kepekaan melihat masalah transportasi yang belum terpecahkan. UMKM perlu mengasah kepekaan untuk mengamati tren yang muncul, keluhan yang sering terdengar, atau kebutuhan pasar yang belum terlayani. Kepekaan ini mendorong inovasi yang benar-benar relevan dan menciptakan peluang bisnis berkelanjutan yang unik, sering kali jauh sebelum tren tersebut menjadi mainstream.

Integritas, Eksperimen, dan Kepekaan: Tiga Pilar Ketangguhan Sejati

Ketika UMKM mengoperasikan bisnisnya dengan Integritas, berani Berekperimen tanpa takut gagal, dan selalu Peka terhadap masalah di sekitar, mereka telah membangun tiga pilar ketangguhan sejati. Inilah kunci yang memungkinkan mereka untuk tidak hanya bertahan dari guncangan AI dan ketidakpastian global, tetapi juga menjadi pemain utama yang inovatif dan berkelanjutan di masa depan

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

BANTEN
Waspada, BMKG Ingatkan Hujan 3 Hari di Tangerang Awal Februari 2026

Waspada, BMKG Ingatkan Hujan 3 Hari di Tangerang Awal Februari 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:05

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Tangerang Raya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang masih akan terjadi pada awal Februari 2026.

TANGSEL
TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

Jumat, 30 Januari 2026 | 19:30

Warga RW 14 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, resmi melayangkan gugatan class action terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill