Connect With Us

Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 5 Februari 2026 | 07:29

Summarecon Serpong. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat rute Kembangan- Balaraja dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

Melalui kerja sama tersebut, dua kawasan kota terpadu Summarecon yakni Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, nantinya akan terintegrasi dengan MRT Koridor Timur–Barat bersama sejumlah kawasan lain di wilayah Barat Jakarta dan Banten.

Adapun kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud bersama dengan Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur dan Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.

Turut juga disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni dan President Director Summarecon Adrianto P Adhi.

President Director Summarecon, Adrianto P Adhi, menjelaskan nota kesepahaman ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT, dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas interkoneksi dan integrasi dengan kawasan melalui diskusi, koordinasi, dan pertukaran data dengan MRT Jakarta.

"Hal ini bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar awal koordinasi sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Bagi Summarecon, penjajakan ini merupakan kelanjutan dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kota-kota terpadu yang tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam perjalanan lebih dari lima dekade, Summarecon secara konsisten mengembangkan kawasan dengan pendekatan menyeluruh, mengintegrasikan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, dan infrastruktur pendukung.

"Summarecon meyakini bahwa pembangunan kawasan bukan sekadar pengembangan properti, melainkan proses membentuk ruang hidup yang mampu berkembang lintas generasi, melalui perencanaan yang matang, integrasi fungsi kawasan, serta konektivitas yang mendukung aktivitas masyarakat," ujar Adrianto.

Melalui Nota Kesepahaman ini, para pihak akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan koridor Kembangan-Balaraja, mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, serta manajemen risiko.

Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group yang akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama.

Menurut Adrianto, konektivitas transportasi publik merupakan salah satu fondasi dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan.

Melalui perencanaan dan penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal, untuk mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi.

"Integrasi jaringan transportasi dengan kawasan ini juga menjadi bagian penting dalam menciptakan mobilitas yang efisien, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang," katanya.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur menyampaikan Summarecon Serpong merupakan kawasan yang telah tumbuh dan hidup, dengan basis penghuni yang kuat serta dinamika aktivitas kota yang terus berkembang.

"Sebagai kawasan yang dilengkapi dengan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, serta ruang bagi aktivitas ekonomi kreatif, keterhubungan dengan MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah terbentuk, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," jelasnya.

Sementara itu, Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan menambahkan Summarecon Tangerang sebagai kawasan terbaru yang dikembangkan oleh Summarecon direncanakan dengan visi jangka panjang.

Integrasi dengan MRT Koridor Timur-Barat menjadi fondasi penting agar Summarecon Tangerang sejak awal berkembang sebagai kawasan yang terhubung dengan transportasi massal sehingga akan terus berkembang, baik fungsi residensial maupun komersial, dan yang terpenting terus berkelanjutan (sustainable) sekarang dan di masa depan," paparnya.

Kerja sama MRT dan Summarecon menjadi wujud kontribusi sektor swasta dalam mendukung agenda pemerintah yang memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan interkonektivitas antar kawasan. 

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat, menambahkan pihaknya menyadari untuk mewujudkan percepatan interkoneksi MRT Jakarta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik berupa pendanaan maupun sumber daya lainnya.

Oleh karena itu, MRT Jakarta sangat memahami bahwa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat, mutlak dilakukan.

"Kami pun apresiasi kepada pihak pengembang swasta yang terus mendukung upaya hadirnya sistem transportasi publik modern yang dibutuhkan oleh masyarakat," tutupnya.

SPORT
Peluang Argentina Back to Back Juarai Piala Dunia 2026

Peluang Argentina Back to Back Juarai Piala Dunia 2026

Rabu, 15 Juli 2026 | 12:55

Persaingan menuju gelar Piala Dunia 2026 hanya menyisakan empat negara, yakni Timnas Argentina, Timnas Inggris, Timnas Prancis, dan Timnas Spanyol.

KOTA TANGERANG
2 Tahun Curi Motor di Tangerang, Polisi Akhirnya Tangkap Toke

2 Tahun Curi Motor di Tangerang, Polisi Akhirnya Tangkap Toke

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:54

Pelarian AMR alias Toke akhirnya kandas. Buronan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah beraksi di wilayah Kecamatan Benda, Kota Tangerang, sejak tahun 2024 ini, berhasil diringkus polisi tanpa perlawanan.

BANDARA
Kemasan Milo dan Kopi Isi 3,4 Kg Bahan Baku Ineks Cair Diselundupkan 2 WN Cina di Bandara Soetta

Kemasan Milo dan Kopi Isi 3,4 Kg Bahan Baku Ineks Cair Diselundupkan 2 WN Cina di Bandara Soetta

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:46

Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang dilakukan jaringan internasional.

OPINI
Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:58

Masuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill