Connect With Us

Ditahan Imbang Persita, Bos Borneo FC: Memalukan, Cuih!

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 3 Oktober 2021 | 09:16

Logo Borneo FC. (@TangerangNews / Borneofc.id)

TANGERANGNEWS.com-Borneo FC berhasil ditahan imbang oleh Persita Tangerang pada pekan keenam BRI Liga 1 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu 2 Oktober 2021.

Bos Borneo FC Nabil Husein pun murka kepada   timnya atas hasil pertandingan yang imbang itu.

"Memalukan! Cuih!" tulis Nabil di kolom komentar unggahan Instagram resmi Borneo FC soal hasil pertandingan dengan Persita Tangerang, Sabtu 2 Oktober 2021.

"Semua cari makan di kota Samarinda, tapi pertanggungjawaban buat bangga Samarinda di mana? di mana rasa malu itu," lanjutnya.

Kemarahannya pun berlanjut di instagram  story miliknya di akun @nabilhusien99. Ia mempertanyakan tanggung jawab tim, padahal sudah diberi gaji dan bonus yang lancar.

"Di mana rasa malu kalian? Di mana rasa tanggung jawab kalian? Yang penting gaji lancar, bonus lancar, begitu? Mental, mental, mental, dan tahu diri!" kata Nabil Husein.

Tidak hanya di Instagram, Nabil juga mengungkapkan kegeramannya di Twitter miliknya @nabilhusein17. 

"Tim yang terlalu manja. Dikasih hidup enak malah tidak tahu diri. Setiap hari, rasa tanggung jawab itu makin tidak ada," tulisnya.

Menanggapi kemarahan tersebut, Caretaker pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin meminta maaf kepada Nabil Husein menyusul kegagalan timnya meraih kemenangan. Ia mengaku siap dievaluasi.

"Saya meminta maaf kepada Pak Presiden Borneo FC. Mungkin kami terlalu enak di zona nyaman. Semuanya terpenuhi. Gaji lancar dan bonus besar. Namun, kami tidak bisa membalasnya di pertandingan," ujar Ahmad Amiruddin pada konferensi pers virtual setelah laga seperti dilansir dari Suara, Minggu 3 Oktober 2021.

Ahmad merasa bersalah dan siap mempertanggung jawabkan kinerjanya kepada bos Borneo FC tersebut. "Saya akan berikan evaluasi kepada presiden klub," pungkasnya.

Diketahui dalam pertandingan melawan Persita kemarin, Borneo FC sempat unggul dua gol. Tim berjuluk Pesut Etam itu sebenarnya diuntungkan karena Persita bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-43, setelah Irsyad Maulana diusir wasit akibat menerima kartu kuning kedua.

Namun, Borneo FC justru gagal mengamankan selisih dua gol. Mereka dibobol dua kali oleh Persita melalui Ahmad Nur Hardianto pada menit ke-76 dan Rifki Dwi Septiawan semenit sebelum berakhirnya waktu normal.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

KAB. TANGERANG
485.395 Pekerja di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jamsostek, Sektor Konstruksi Jadi Sorotan

485.395 Pekerja di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jamsostek, Sektor Konstruksi Jadi Sorotan

Selasa, 15 September 2026 | 22:15

Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperluas jaminan sosial, tercatat masih ada sekitar 485.395 pekerja yang belum terdaftar dalam program Jamsostek.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill