Program 3 Juta Rumah Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah Reforma Agraria
Minggu, 3 Mei 2026 | 09:13
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TANGERANGNEWS.com-Pelatih Kepala Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro mengaku sangat bangga dan berterima kasih dengan kerja keras pemainnya di pertandingan melawan Borneo FC yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu 2 Oktober 2021 sore, dengan skor 2-2.
Widodo salut dengan perjuangan para Pendekar Cisadane yang bisa mengimbangi Borneo FC karena timnya hanya bermain dengan 10 pemain. “Sebelumnya saya salut pada pemain saya yang telah bekerja keras. Mungkin bisa melebihi kemampuan mereka itu tadi ya. Karena banyak drama tadi di dalam permainan. Mudah-mudahan drama tadi tidak berseri. Cukup hanya setop di sini aja. Demi untuk sepak bola Indonesia,” kata Widodo seusai pertandingan, Sabtu malam, dikutip dari laman Persitafc.
Widodo mengaku yang paling menjadi perhatian dalam laga tadi adalah soal keputusan wasit memberikan kartu kuning kedua untuk Irsyad. Menurut dia, seharusnya insiden tersebut tidak terjadi karena bukan Irsyad yang melakukan pelanggaran.
“Mengenai keputusan wasit, saya sudah ada rekaman video. Memang itu betul-betul free kick. Jadi saya harap PT Liga mengevaluasi wasit ini yang namanya Iwan Sukoco. Karena beberapa kali saya melatih, wasit ini kontroversial terus. Tetapi kenapa masih dipakai,” tegas Widodo.
“Ini yang jadi tanda tanya. Kasihan klub yang mengeluarkan biaya besar hanya ulah. Makanya saya berharap drama ini jangan sampai diteruskan. Cukup mengenai Persita saja di sini. Jadi ke depannya ini demi sepak bola Indonesia,” lanjut Widodo.
Sementara itu, Raphael Maitimo yang mewakili pemain Persita juga merasakan perjuangan yang luar biasa dari tim di pertandingan malam ini. “Terima kasih banyak. Saya pikir ini hasilnya luar biasa buat kita. Tadi Pelatih Kepala sudah bilang kita kerja keras sekali. Dan ini pertandingan yang berat sekali juga. Dan saya sangat senang dengan tim kita, kita bisa main seri,” kata pemain bernomor punggung 10 ini.
TODAY TAGRencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews