Tangerang Tambah 40 Tempat Tidur COVID-19, Puskesmas dimanfaatkan
Dibaca : 841
TANGERANGNEWS.com- Seiring terus meningkatnya jumlah terkonfirmasi positif Pemerintah Kota Tangerang terus menambah rumah isolasi terkonsentrasi COVID-19, dengan memanfaatkan bangunan Puskesmas. Hal itu berguna untuk menghindari penularan pada klaster rumah tangga.
Masyarakat yang terpapar diminta untuk tidak isolasi di rumah. Namun di rumah isolasi yang telah disediakan, karena telah disediakan therapi obat dan makanan dimana seluruh biaya ditanggung pemerintah daerah.
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah meninjau langsung Puskesmas Manis Jaya untuk memastikan seluruh sarana prasarana penunjang di rumah isolasi tersebut telah tersedia.
“Kita akan menfaatkan Puskesmas Manis Jaya ini untuk bisa menambah kapasitas ruang isolasi yang ada di Kota Tangerang, karena klaster rumah tinggal ini yang terpapar cukup tinggi. Untuk itu guna memutus mata rantai, mereka yang terpapar bisa segera diisolasi. Sehingga tidak menularkan anggota keluarga lainnya. Kapasitasnya 40 jadi totalnya jadi 412. Kami akan persiapkan Puskesmas lainnya, karena pihak Dinas Kesehatan sudah menyiapkan therapy obatnya sekalian makanannya dan semuanya gratis,” kata Arief.
Seorang pria berinisial J.R.A, 32, menggasak sepeda motor Honda Vario di kawasan Jalan Kemuning 3, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Mirisnya, hasil curian digunakan untuk main judi online (judol)
Warga di sekitar Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa, dihebohkan dengan seorang pemulung yang sempat tersasar di dalam saluran gorong-gorong, Jumat 6 November 2026, malam.
Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.
Di tengah maraknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan internet untuk mencari jawaban atas keluhan kesehatan, risiko self-diagnosis atau salah informasi medis kian meningkat.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""