VIDEO : Warga Kavling DPR Tangerang Bosan Ngadu ke Wali Kota Kebanjiran Setiap Hujan
Dibaca : 144
TANGERANGNEWS.com–Warga kawasan gudang Kavling DPR Blok A Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang mengungkapkan keresahannya karena setiap hujan selalu kebanjiran.
“Semalam warga enggak tenang jalan depan rumah sudah pada banjir. Saat Rabu (3/2/2021) soalnya warga kecolongan, lagi tidur air pada masuk ke rumah,” ujar Ahmad Syihabudin, warga setempat, Minggu (7/2/2021).
Setiap musim hujan tiba, warga kawasan gudang Kavling DPR Blok A Kenanga Cipondoh terus dihantui banjir. Jangankan hujan lebat, hujan dengan intensitas sedang pun dapat membuat jalan dipemukiman itu tergenang.
Dia mengungkapkan, banjir di wilayahnya terjadi sejak maraknya pembangunan gudang. Kavling DPR yang mulanya untuk permukiman dialihfungsikan menjadi kawasan pergudangan.
Maraknya pembangunan gudang tidak disertai pembuatan drainase yang memadai. Bahkan, tak sedikit gudang yang tidak membuat drainase.
“Makin ramai gudang, buat drainasenya asal saja. Bahkan ada yang tak bikin drainase. Ya air tak jalan, berbalik kepemukiman warga jadinya,” katanya.
Dia menuturkan, masyarakat sudah sering mengadukan apa yang dialami mereka kepada DPRD Kota Tangerang. Anggota dewan pun telah beberapa melakukan rapat dengar pendapat dan sidak ke lokasi pergudangan.
Bahkan, katanya, warga juga telah mengadukan permasalahan banjir tersebut ke Kota Tangerang Arief R Wismansyah. Namun, tak kunjung ada penyelesaian.
“Disidak dewan sudah, izinnya enggak ada. Terus hearing sudah, ngadu ke Wali Kota sudah. Hasilnya pepesan kosong,”ungkapnya.
RS Mandaya Royal Puri menjadi salah satu fasilitas kesehatan di Indonesia yang menerapkan Selective Internal Radiation Therapy (SIRT) Y-90 untuk penanganan kanker hati.
Kekeringan selama lima bulan terakhir memaksa warga bantaran Sungai Cimanceuri, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama DPRD Banten menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""