VIDEO : Pemotor Vs KRL, 3 Tewas di Pagedangan Tangerang
Dibaca : 1857
TANGERANGNEWS.com-Kecelakaan melibatkan pemotor B 6762 dengan Kereta Rel Listrik terjadi di Kampung Kandang Desa, Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Tiga orang dari pihak pemotor dinyatakan tewas di tempat kejadian.
“Menyampaikan informasi kepada TangerangNews.com telah terjadi kecelakaan motor tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu Kampung Kandang Desa, Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang sore ini pukul 15.30 WIB,” kata salah seorang saksi Cahlil Octovian melalui pesan singkatnya kepada redaksi TangerangNews.com.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pagedangan IPDA Hambali ketika dikonfirmasi mengatakan, peristiwa itu diduga terjadi akibat korban yang memaksa menerobos jalur kereta pada saat kereta tengah melintas.
"Iya benar tadi pukul 15.30 WIB. Ini kan di lokasi tanpa palang pintu. Dia nyebrang ada kereta yang cepat. Jadi maksain. Dari jauh mungkin sudah lihat, tapi karena maksain saja," kata Hambali seperti dikutip detikcom.
Hambali mengatakan korban berjumlah tiga orang berjenis kelamin laki-laki. Satu korban diketahui masih anak-anak.
"Korban bertiga. Dua bapak-bapak sekitar umur 50-an, satu anak usia 7 tahun. Laki-laki semua," imbuhnya.Saat dievakuasi, petugas tidak menemukan kartu identitas para korban.
Hambali menyebut ketiga korban tersebut diduga bukan merupakan warga Pagedangan. Ketiga korban tersebut pun telah disemayamkan di rumah salah satu saudaranya yang berada di wilayah Pagedangan.
Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""