VIDEO : KING KOBRA SANTAP TIKUS DI DAPUR WARGA TANGERANG
Dibaca : 7621
TANGERANGNEWS.com-Masyarakat di Kampung Dongkal, Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, dihebohkan dengan adanya penemuan ular jenis kobra yang masuk ke dalam dapur rumah warga, Kamis, 8 Juli 2021 malam.
Penemuan hewan yang membahayakan karena memiliki ‘bisa’ mematikan itu berawal ketika pemilik rumah mendengar suara tikus yang menjerit.
Sontak pemilik rumah yang saat itu sedang bersantai bersama keluarga itu, langsung menghampiri sumber suara yang berasal dapur.
"Saat diperiksa di dapur, ternyata ada seekor ular berjenis kobra. Kejadiannya semalam pukul 10.00 Wib," ujar Komandan Regu Rescue Tim A Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Darus Salam saat dikonfirmasi, Jumat, 9 Juli 2021.
Ketika mengetahui hal itu, pemilik rumah pun terkejut langsung berhamburan keluar. Bahkan kampung tersebut menjadi heboh.
Atas penemuan itu, warga sekitar pun langsung melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel.
"Kita langsung evakuasi, untung berjalan lancar. Posisi kobra bersembunyi di balik lemari piring," katanya.
Ular yang identik dengan bentuk menyerupai seperti sendok saat sedang bertahan diri itu, memiliki panjang sekitar satu meter.
"Kalau ular kobra ukuran satu meter itu sudah cukup besar. Sudah bisa berkembang biak," terang Darus.
Ia mensinyalir bahwa ular kobra itu berasal dari tumpukkan genteng yang ada di sekitar rumah tersebut.
"Jadi memang ada tumpukkan genteng dan ada lubangnya juga. Karenanya sebaiknya sering membersihkan pekarangan untuk mencegahnya," tuturnya.
Beruntung, kata Darus, saat itu pemilik rumah mendengar suara jeritan tikus yang hendak dimangsa oleh kobra tersebut.
Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.