TANGERANGNews.com-Kerabat terdekat Sandy alias Gepeng yang menjadi korban tersetrum saat mendapat surprise dari temannya ketika ulang tahun di Ocean Park, Serpong, Kota Tangsel pada 26 September 2016 membuka cerita. Sebelum tewas, Sandy yang dikenal baik oleh kerabat sempat membuat telur untuk dia makan sendiri.
“Dia masak sendiri itu telur, sampai gosong dan nyaris kebakaran begitu kata mamahnya. Karena mamahnya saat itu sedang hamil delapan bulan. Dia memang dikenal baik dengan kita-kita semua,” ujar Aisya, kerabat korban, hari ini dikediamannya Lengkon Wetan, Serpong, Kota Tangsel.
Selain itu, kata dia, Sandy juga sempat membuat status pada BBM ingin mengumpulkan teman-temannya. “Firasat kayanya ada, di status BBM dia menulis kumpulin anak-anak. Terus biasanya kan main bolanya bagus, hari itu dia bilang saya lemas,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Kota Tangsel AKBP Ayi Supardan mengatakan, penanganan kasus tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur. “Karena itu kejadian saat ulang tahun, teman-teman layaknya anak muda sambil tertawa. Mereka mengikat korban di tiang listik. Ternyata ada aliran listrik sehingga tersetrum,” ujarnya.
Dalam kejadian itu, kata Ayi, pihaknya sudah memeriksa seluruh teman-teman Sandy.
“Kita sudah mintai keterangan. Kalau pun ada (tersangka) karena kealpa-annya, bukan unsur kesengajaan,” ujarnya.
Pemerintah berencana menyalurkan insentif bulanan sebesar Rp400.000 kepada guru honorer. Kebijakan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebagai bentuk dukungan negara terhadap guru honorer.
Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.