Connect With Us

Kedapatan Nyabu, Semua PNS Tangsel Bakal Dites Urine

Bastian Putera Muda | Selasa, 11 Maret 2014 | 19:27

Ilustrasi Sabu (Antara / Antara)



TANGSEL-Tertangkapnya oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Tangsel mendapat cibiran. Untuk itu, Pemkot setempat bakal melakukan tes urin untuk PNS.

Kepala Badan Narkotika Kota (BNK) Tangsel AKBP Heri Istu mengatakan, pihaknya prihatin atas tertangkapnya oknum PNS yang menjabat Sekretaris Korpri Kota Tangsel berinisial MH (54) oleh jajaran kepolisian Polresta Tangerang. Untuk itu, pihaknya bakal melakukan tes urine kepada seluruh pegawai Pemkot Tangsel.

"Tentunya kami prihatin dengan kejadian ini. PNS kan panutan masyarakat kok bisa jadi pengguna narkoba," ungkapnya, Selasa (11/3).

Dikatakan, oknum PNS yang terkena masalah narkoba diminta  untuk direhabilitasi.  Selanjutnya, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD)
menyosialisasikan bahaya narkoba.

"Selama ini sosialisasi narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa dengan menggandeng Kesbangpolimas dan Satpol PP," ucapnya.

Kepala BKPP Kota Tangsel, Firdaus mengatakan, sanksi bagi  PNS yang terkena kasus hukum sudah ditegaskan dalam Undang-Undang dan PP tentang kepegawaian. Bahkan, bisa

langsung pemecatan jika PNS terbukti tersanglut masalah hukum. "Ya pastilah karirnya akan berakhir. Anda kan sudah tahu itu," katanya.

Meski demikian, dia mengatakan  pemerintah daerah masih menunggu hasil keterangan resmi dari  pihak Polresta Tangerang. Hasil penyidikan akan dijadikan  acuan untuk mengambil sanksi tegas bagi MH.

"Kita lihat saja hasil berikutnya setelah dirapatkan dengan  pimpinan dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait lainnya," ujarnya.

Menurutnya, pemberian sanksi yang dijatuhkan sesuai dengan rekomendasi dari Inspektorat Kota Tangsel. Sesuai regulasi, sanksi terberat bisa dipecat dari jabatan, penundaan kenaikan pangkat, diturunkan pangkat satu tingkat, atau penundaan gaji berkala.

"Kita tunggu laporan penyelidikan dari pihak kepolisian," katanya.
NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill