Connect With Us

Pasar Modern Alam Sutera Beredar Makanan Berbahan Kimia

Bastian Putera Muda | Selasa, 22 Juli 2014 | 18:54

Logo Pasar Delapan Alam Sutera (Bastian / TangerangNews)


 
TANGERANG-Barang dagangan yang dijual di pasar modern, belum tentu terjamin kesehatan maupun kualitasnya. Terbukti, dari hasil sidak petugas dari Pemkot Tangsel di Pasar Modern 8, Alam Sutera, Serpong Utara, Tangsel ditemukan berbagai pangan yang dicampur zat berbahaya.
 
Diketahui, dari 21 sampel makanan yang diuji laboratorim oleh petugas Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tangsel, delapan makanan di antaranya mengandung zat berbahaya, seperti rhodamin B, formalin dan metanil yellow.
 
Petugas Labkesda Kota Tangsel Latifa Hanum mengatakan, dari 21 sampel yang diuji, delapan makanan positif mengandung bahan berbahaya. 
 
Makanan itu, antara lain pacar cina, tahu putih dan tahu kuning, kolang-kaling, cumi basah dan makanan lainnya. 
 
"Pangan ini mengandung bahan pewarna dan pengawet," ungkapnya ditemui usai sidak di Pasar 8 Alam Sutera, Selasa (22/7). Dikatakan dari pemeriksaan atau uji laboraturium terhadap ayam, usus, ikan asin dan penganan lain, hasilnya negatif atau tidak mengandung zat berbahaya. 
 
"Zat yang terkandung di tahu dan lainnya itu sangat berbahaya bagi tubuh kalau dikonsumsi secara terus menerus. Masyarakat harus berhati-hati," ucapnya.
 
Kabid Pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Yusuf Ismail menuturkan seluruh makanan yang mengandung zat berbahaya langsung diamankan petugas. Penyitaan makanan yang mengandung zat berbahaya itu untuk memberikan efek jera kepada pedagang.
 
"Kami langsung sita. Ini sebagai pembelajaran bagi pedagang. Artinya, mereka harus berhati-hati menerima barang dagangan dari suplier atau  produsen," ujarnya.
 
Menurut dia, pihaknya belum dapat memastikan, apakah pedagang, suplier atau produsen yang mencampur barang dagangan itu menggunakan zat berbahaya. Namun yang pasti, Disperindag Kota Tangsel bakal melakukan penelusuran lebih jauh.
 
"Kami juga akan menginformasikan kepada pengelola Pasar 8 Alam Sutera untuk tidak sembarangan menerima pedagang. Mereka harus mengecek terlebih dahulu keamanan dan kesehatan barang yang akan dijual," terangnya.
 
 
BANDARA
Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:46

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo (APK) berinisial GM ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang dalam perkara dugaan korupsi kerja sama pengoperasian pesawat udara tahun 2022.

BANTEN
Pencak Silat Didorong Jadi Ekskul dan Mulok Sekolah di Banten

Pencak Silat Didorong Jadi Ekskul dan Mulok Sekolah di Banten

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:26

Pemerintah Provinsi (Pemptov) Banten mendorong agar seni bela diri tradisional pencak silat dapat dijadikan sebagai muatan lokal (mulok) maupun kegiatan ekstrakurikuler di berbagai satuan pendidikan.

KAB. TANGERANG
Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:36

Guna meningkatkan produktivitas padi sawah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk inovasi dan riset ilmiah.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill