Connect With Us

DPRD Minta Airin Perhatikan Warga Miskin di Tangsel

Yudi Adiyatna | Jumat, 7 Juli 2017 | 09:00

Rapat Paripurna DPRD Tangsel Dalam Rangka Pandangan Umum Fraksi Terhadap Penyampaian Walikota Tentang Raperda Pertanggungjawaban APBD 2016, Kamis (6/7/2017). (@TangerangNews2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com- DPRD Tangsel  menggelar rapat paripurna pada Kamis (6/7/2017) terkait penyampaian Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany tentang Raperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD tahun 2016.

 
Airin tidak hadir sendiri, dia didampingi Benyamin Davnie Wakil Walikota Tangsel serta  sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

Dari 35 anggota DPRD Tangsel yang hadir itu,  beberapa fraksi memberikan pandangan kritis dan catatan khusus bagi Pemkot Tangsel terkait peetanggungjawaban anggaran APBD 2016 yang lalu.

Seperti yang diungkapkan Syaifin, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra. Dia menyoroti beberapa hal seperti terkait dengan kesajahteraan masyarakat,  Fraksi Gerindra menilai saat ini belum Optimalnya penanganan masyarakat miskin oleh pemkot Tangsel

 
“Pemkot Tangsel belum memiliki data valid terkait dalam penentuan katagori miskin, dan adanya disharmoni data yang tidak sama dengan dinas terkait, juga terkait masih banyaknya pengangguran dalam usia produktif yang ada di Tangsel “ ungkap Syaifin.

Selain itu dirinya pun menyoroti terkait mangkraknya pembangunan Kantor DPRD Tangsel dan kerugian yang ditimbulkan akibat lambannya proses pembangunan tersebut

“Fraksi Gerindra menyoroti terkait pembangunan Kantor DPRD yang pembangunan-nya mangkrak, kami menyesalkan karena dengan lambatnya pembangunan Kantor DPRD ini juga mempengaruhi kinerja anggota Dewan untuk melayani masyarakat,” ujarnya

Sedangkan Rizki Jonis anggota Fraksi PADI pun menyampaikan beberapa catatan kritis terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2016 tersebut

“Kami mendorong Pemkot agar secepatnya merancang sistem aplikasi penyusunan laporan keuangan berbasis akrual, selain itu kami meminta Wali Kota bisa memaksimalkan pendapatan daerah yang bersumber dari reklame dan retribusi parkir. Karena saat ini retribusi parkir tidak maksimal, sehingga berpotensi hilangnya pendapatan akibat kecurangan para pengelola parkir” ungkap Jonis

 
Airin sendiri menerima masuan-masukan yang diberikan sebagai bahan evaluasi dan monitoring kedepan

“Siapapun boleh memberikan masukan, bukan hanya DPRD ,masyarakat umum pun boleh sebagai bahan masukan bagi kami. Sehingga menjadi bahan evaluasi agar  kami bisa bekerja dan bekarya lebih baik lagi , evaluasi dan monitoring penting karena untuk melihat sejauh mana target-target kita sesuai dengan RPJMD,“ tandas Airin.(DBI)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:09

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill