Pergoki ASN Telat Apel Pagi, Wakil Wali Kota Tangerang Ingatkan Sanksi Tegas Menanti
Senin, 31 Agustus 2026 | 18:45
Suasana halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang mendadak tegang pada Senin, 31 Agustus 2026 pagi.
TANGERANGNEWS.com-Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tangerang Selatan terus bertambah. Peningkatan jumlah penderita penyakit DBD ini seiring dengan masuknya siklus 5 tahunan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk tersebut.
"Untuk sampai hari ini 25 korban yang masih dirawat. Dan sekitar 90 korban per januari tahun ini. Dengan korban meninggal 1 orang di Gintung (Ciputat)," jelas Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel dr. Tulus Muladiono di Gedung Farmasi, Jalan Insan Cendekia, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (23/1/2019)
Penularan virus DBD yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegepty ini terjadi pada pagi dan sore hari, sehingga pada waktu tersebut, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Aedes Agepty ini menggigit di pagi hari sekitar jam 6 sampai 9 pagi, dan muncul lagi saat sore jam 2 sampai 6 sore," jelas Tulus.
Pada waktu tersebut, kata dia, nyamuk Aedes Aegypti sedang aktif menggigit dan menghisap darah. Sementara di waktu itu, dipastikan bukan nyamuk Aedes Aegepty. Kecuali di wilayah yang memang endemis malaria.
"Kalau daerahnya endemis malaria, dia menggigitnya malam hari," tambahnya.
Oleh karena itu, sebagai penanggulangan yang paling efektif, Tulus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
"Sebagai penanggulangan yang paling efektif. Masyarakat harus jaga kebersihan lingkungan, jaga kesehatan, makan harus benar-benar bersih, istirahat cukup, tempat tidur juga harus aman dari nyamuk, jika anak sekolah, kalau bisa oleskan obat nyamuk sebelum sekolah," terangnya.
Tulus juga mengingatkan untuk tidak menaruh pakaian bekas pakai di sembarang tempat. Karena nyamuk menyukai hal itu, dikhawatirkan akan menetaskan telurnya.
"Dia (nyamuk) lebih senang berdiam di pakaian yang bekas dipakai. Karena aroma badan manusia yang tertempel disukai dengan nyamuk," bebernya.
Ia juga mengingatkan warga untuk aktif melakukan kegiatan 3M Plus, yaitu menutup, menguras dan mengubur benda-benda yang dapat berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk tersebut. Sementara itu, pihaknya juga secara serentak dan berkala melakukan pemeriksaan lingkungan dengan dibantu oleh UPT yang ada di kecamatan.
"Pemeriksaannya seminggu sekali. Karena jentik akan tumbuh dalam waktu 2 minggu," tukasnya.(RMI/HRU)
Suasana halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang mendadak tegang pada Senin, 31 Agustus 2026 pagi.
TODAY TAGKebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.
Pelarian pria berinisial S, 40, buronan kasus pencurian rumah kosong di wilayah Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, akhirnya berakhir di tangan pihak kepolisian.
Cita rasa yang familiar dari makanan lokal kembali diolah dalam bentuk berbeda melalui kolaborasi VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bersama Chef Agnesia Cahaya, MasterChef Indonesia Season 10.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews