Connect With Us

Waspadalah! Penderita DBD di Tangsel Meningkat

Yudi Adiyatna | Rabu, 23 Januari 2019 | 20:27

Ilustrasi Nyamuk (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

 

TANGERANGNEWS.com-Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tangerang Selatan terus bertambah. Peningkatan jumlah penderita penyakit DBD ini seiring dengan masuknya siklus 5 tahunan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk tersebut.

"Untuk sampai hari ini 25 korban yang masih dirawat. Dan sekitar 90 korban per januari tahun ini. Dengan korban meninggal 1 orang di Gintung (Ciputat)," jelas Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel dr. Tulus Muladiono di Gedung Farmasi, Jalan Insan Cendekia, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (23/1/2019) 

Penularan virus DBD yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegepty ini terjadi pada pagi dan sore hari, sehingga pada waktu tersebut, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Aedes Agepty ini menggigit di pagi hari sekitar jam 6 sampai 9 pagi, dan muncul lagi saat sore jam 2 sampai 6 sore," jelas Tulus. 

Pada waktu tersebut, kata dia, nyamuk Aedes Aegypti sedang aktif menggigit dan menghisap darah. Sementara di waktu itu, dipastikan bukan nyamuk Aedes Aegepty. Kecuali di wilayah yang memang endemis malaria. 

"Kalau daerahnya endemis malaria, dia menggigitnya malam hari," tambahnya. 

Oleh karena itu, sebagai penanggulangan yang paling efektif, Tulus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. 

"Sebagai penanggulangan yang paling efektif. Masyarakat harus jaga kebersihan lingkungan, jaga kesehatan, makan harus benar-benar bersih, istirahat cukup, tempat tidur juga harus aman dari nyamuk, jika anak sekolah, kalau bisa oleskan obat nyamuk sebelum sekolah," terangnya. 

Tulus juga mengingatkan untuk tidak menaruh pakaian bekas pakai di sembarang tempat. Karena nyamuk menyukai hal itu, dikhawatirkan akan menetaskan telurnya. 

"Dia (nyamuk) lebih senang berdiam di pakaian yang bekas dipakai. Karena aroma badan manusia yang tertempel disukai dengan nyamuk," bebernya.

Ia juga mengingatkan warga untuk aktif melakukan kegiatan 3M Plus,  yaitu menutup, menguras dan mengubur benda-benda yang dapat berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk tersebut. Sementara itu, pihaknya juga secara serentak dan berkala melakukan pemeriksaan lingkungan dengan dibantu oleh UPT yang ada di kecamatan. 

"Pemeriksaannya seminggu sekali. Karena jentik akan tumbuh dalam waktu 2 minggu," tukasnya.(RMI/HRU)

BISNIS
Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Jumat, 25 September 2026 | 22:29

Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

TANGSEL
Diskominfo Tangsel Dorong Pemuda Hasilkan Cuan dari Konten Digital

Diskominfo Tangsel Dorong Pemuda Hasilkan Cuan dari Konten Digital

Minggu, 27 September 2026 | 21:05

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggencarkan program Pelatihan Produksi Konten Digital Pemuda untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan berdaya saing.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill