2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
Setelah 4 hari di ruang IGD, Panji kemudian dipindahkan ke ruang Isolasi khusus, di mana ruangan tersebut hanya diisi oleh dirinya.
"Di ruang isolasi tersebut saya merasa lebih nyaman, dikarenakan di ruang tersebut saya benar-benar dapat beristirahat tanpa adanya gangguan suara batuk atau suara-suara teriakan pasien lainnya seperti di ruang IGD," ujarnya.
Ruangan tersebut berukuran sekitar 4x6 meter. Beragam fasilitas yang tersedia diantaranya kamar mandi, ranjang tempat tidur yang lebih nyaman, lemari untuk menaruh pakaian serta televisi.
Selain itu, terdapat juga kamera pengintai (CCTV) yang tersambung langsung ke ruang perawat. Juga pengeras suara (speaker) khusus di ruangan yang memungkinkan dia berinteraksi dua arah dengan perawat yang berjaga di ruang rawat.
"Selain dipantau secara aktivitas di ruang isolasi, kondisi tubuh saya pun lebih dipantau oleh perawat yang dalam sehari bisa 3-5 kali datang memeriksa kondisi tubuh," terangnya.
"Selain memeriksa suhu tubuh, tensi darah dan memberikan obat-obatan untuk diminum. Perawat pun selalu menanyakan terkait sudah berapa kali kah saya melakukan buang air besar, buang air kecil, hingga jumlah asupan cairan yang diminum. Karena hampir setiap hari saya selalu disediakan dua hingga tiga botol air mineral ukuran 1500 mililiter untuk saya minum," sambungnya
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGPermintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews