Connect With Us

Warga Rempoa Shock Berat

| Minggu, 1 Agustus 2010 | 14:09

TANGERANGNEWS-Warga Jalan Rempoa Raya, Tangerang Selatan, shock berat dengan aksi penyerangan tiba-tiba di pemukiman mereka, Ahad (1/8) dini hari. Sebagian besar warga harus menelan kerugian lantaran rumah dan barang-barang milik mereka jadi bulan-bulan massa.
"Kaca mobil saya dipecahin. Dua mobil, lho! Rumah jadi berantakan. Kan bingung kenapa ke rumah kita?" ujar seorang ibu, warga Rempoa.
 
Sejauh ini kondisi di lokasi bentrokan warga dengan organisasi kemasyarakatan Forum Betawi Rempug (FBR) relatif stabil. Meskipun dirundung trauma, warga berani kembali beraktivitas.
Kemarin malam, massa ormas merazia (sweeping) dan menyisir Jalan Rempoa Raya. Aksi itu digencarkan lantaran massa geram dengan ulah kubu Forum Betawi Rempug. Menurut saksi, kekesalan dipicu pembakaran posko mereka ketika rombongan FBR melintas. Polisi ikut mengawal sweeping demi mencegah keributan.

Namun yang terjadi justru mengagetkan warga Jalan Rempoa. Warga setempat tak menyangka tiba-tiba rumah mereka jadi sasaran. Massa datang membawa-bawa senjata. Diduga massa ormas hendak mencari manatahu ada anggota FBR yang bersembunyi. Hunian warga setempat didapati sudah rusak-rusak.

"Saya lagi nonton tv, tiba-tiba ada suara ramai dari luar. Tiba-tiba nyerang nggak jelas. Anak-cucu saya jerit-jerit nangis. Mereka datang bawa-bawa celurit," lanjut sang ibu.

Selain menyerang, massa memblokade Jalan Raya Rempoa dari arah Tanah Kusir menuju Kintung. Lalu mereka menutup ruas Pertigaan Veteran di Bintaro, Tangerang Selatan.

Pagi ini warga memberanikan diri keluar karena polisi masih siaga di lokasi. Warga Jalan Rempoa Raya membersihkan puing-puing sisa penyerangan. Ditemukan banyak kayu, kursi, bahkan batu. Belum dipastikan besar kerugian akibat penyerangan itu. (dira)
 

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill