Connect With Us

Hari Prematuritas Sedunia, Perhatian dan Stimulasi Jadi Kunci Perawatan Bayi Lahir Prematur

Advertorial | Jumat, 19 November 2021 | 07:38

Dokter Spesialis Anak RSU Tangsel, dr Arum Gunarsih, SP. A (K) (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Anak yang lahir secara prematur memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan yang serius dan jangka panjang. 

Untuk itu, sangat diperlukan perawatan ekstra bagi bayi yang lahir secara prematur. 

Dokter Spesialis Anak RSU Tangerang Selatan (Tangsel) dr. Arum Gunarsih, Sp.A (K), menjelaskan bayi prematur adalah anak yang terlahir sebelum waktunya. 

"Normalnya persalinan itu diselesaikan pada usia 9 bulan atau lebih dari 37 minggu. Berdasarkan kondisinya, bayi prematur ini terbagi menjadi dua, ada bayi prematur ektrem yang lahir kurang dari 25 minggu kehamilan, dan prematur sedang, yang waktu persalinannya sekitar 32 sampai 34 minggu," terang Arum dalam Webinar Kesehatan yang digelar RSU Tangsel, dalam rangka Hari Prematur Sedunia pada Rabu, 17 November 2021. 

Menurutnya, penyebab kelahiran prematur pada anak dapat dipicu oleh berbagai hal, baik dari faktor ibu, ataupun faktor janin itu sendiri. 

Untuk faktor ibu, di antaranya pernah mengalami pendarahan, infeksi saat kehamilan, mengalami trauma fisik dan juga psikologis, serta adanya penyakit bawaan, seperti diabetes atau ginjal yang diderita sebelum kehamilan. 

"Faktor janin juga dapat menjadi penyebab adanya persalinan prematur ini. Seperti bayi yang mengalami kelainan bawaan, misalnya kelainan kromosom atau bayi yang infeksi saat dalam kandungan, atau bayi yang kembar. Biasanya juga menyebabkan kelahiran lebih dulu," imbuhnya. 

Arum memaparkan ciri-ciri bayi lahir prematur dapat dilihat dari berbagai indikator. 

"Tanda-tanda yang pasti adalah usia kehamilannya yang belum cukup bulan. Kemudian dari fisik kita bisa lihat tentu berat rendah, serta kulit yang masih sangat halus," paparnya. 

Selain itu, bayi yang lahir prematur memiliki organ tubuh yang masih belum sempurna. 

"Seperti pada sistem sarafnya, baik dalam kemampuan menghisap ataupun menelan, kemudian kerja jantung dan ginjal itu masih belum optimal. Namun yang utama adalah sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna, sehingga beresiko untuk terpapar beberapa penyakit infeksi," terangnya. 

Untuk itu, setiap orang tua harus memberikan perhatian dan penanganan penting bagi buah hatinya yang terlahir prematur. 

Namun di sisi lain, perawatan dan penanganan bagi bayi yang terlahir prematur harus diberikan dengan tepat tergantung dengan kondisinya. 

Penanganan pertama tentu akan dilakukan di rumah sakit usai bersalin. Bayi prematur segera dirawat di ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU). 

"Di situ ada inkubator yang digunakan untuk penghangatan bayi. Kita tahu bahwa bayi prematur itu kulitnya sangat tipis jadi sangat berisiko untuk kedinginan," katanya. 

Selain itu, jika bayi mengalami sesak maka dibutuhkan alat bantu pernapasan. Itu pun harus disesuaikan dengan kondisi yang dialami bayi. 

Jika mengalami kondisi sesak yang berat, maka diperlukan mesin untuk membantu pernapasan, yang disebut mesin ventilator. 

"Kemudian untuk bayi yang belum bisa menelan, minum, dan menghisap. Kita berikan nutrisi melalui infus. Kalau sudah stabil, baru bisa memakai selang. Lalu untuk masalah kuning, kita berikan terapi sinar," katanya. 

Jika penanganan itu tak diberikan, maka bayi akan mengalami gangguan kesehatan. Mulai dari pencernaan, otak, hingga pernafasan. "Jangka panjangnya, bayi bisa mengalami gangguan perkembangan atau pertumbuhan," imbuhnya. 

Penanganan itu tak berhenti di rumah sakit, namun juga harus berlanjut ketika bayi dibolehkan pulang. Di sinilah pentingnya peran orang tua dalam merawat anak. 

"Yang sangat penting sekali, adalah cegah supaya bayi tidak kedinginan. Biasanya kita anjurkan dengan melakukan metode skin to skin, dengan meletakkan bayi di dada orang tuanya supaya mendapat kehangatan dari ibu atau ayahnya," katanya. 

Selanjutnya juga penting untuk memperhatikan jadwal minum anak, kondisi sekitar agar tetap bersih, imunisasi, dan jadwal tidurnya. 

Sementara itu, Dokter Spesialis Rehab Medik RSU Tangsel dr. Yuni Ekawati, Sp.KIR, menambahkan selain penanganan khusus, orang tua juga wajib memperhatikan pertumbuhan anak. 

Pasalnya, kesadaran sensorik dan motorik pada anak yang lahir prematur masih belum optimal. Reflek dan kontrol terhadap koordinasi tubuhnya belum maksimal, karena ototnya masih lemah. 

"Yang penting kita harus tahu usia koreksi, agar dapat melatihnya sesuai tahap perkembangan usia koreksi," katanya.

Untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya, bayi prematur sangatlah membutuhkan stimulus yang dapat berguna sebagai merangsang pertumbuhan, salah satunya yakni selalu dengan menempatkan bayi dalam posisi fleksi fisiologis. 

"Optimalkan postur fleksi fisiologis, karena bayi yang lahir prematur itu ibaratnya dia belum lama di dalam kandungan. Sehingga saat lahir harus posisikan seperti dia berada di dalam kandungan," tuturnya. 

Pasalnya, menurut Yuni, postur fleksi fisiologis itu sangatlah penting dalam menstimulasi bagian tubuhnya sebagai dasar perkembangan motorik kasarnya. 

"Mengoptimalkan postur fleksi fisiologis, bisa dengan teknik membedong. Sesuai posisi dalam rahim, lutut dan panggul menekuk, bahu menekuk, dan tangan diarahkan ke mulut dengan simetris. Ditaruh di arah sisi tengah badan," terangnya. 

Selain itu, Yuni mengatakan, bayi prematur juga harus terus dirangsang dengan mengajaknya untuk bermain. Namun tetap harus dikondisikan sesuai usia perkembangan anak. 

"Tips memberikan stimulasi pada anak saat bermain, yakni dengan menempatkan anak pada alas yang rata, padat, dan lembut. Posisikan bayi sesuai dengan fleksi fisiologis. Serta perhatikan respons anak, pastikan anak siap bermain," terangnya. 

Ia mengatakan, berikan anak dengan mainan yang dapat merangsang sistem motorik kasarnya.

"Kemudian stimulus juga dapat dilakukan dengan sering-sering berkumpul bersama keluarga. Bayi itu senang dengan wajah. Wajah hal yang menarik buat bayi. Jadi semakin banyak berkumpul akan memberikan stimulasi yang banyak. Lalu ditempatkan di ruang berbeda, maka akan banyak pula stimulusnya," tutur Yuni. 

Namun, kaya Yuni, apabila ditemukan perkembangan motorik anak yang tidak sesuai dengan rentang usia, maka orang tua harus segera mengkonsultasikannya pada dokter. 

"Memposisikan bayi prematur pada postur fleksi akan sangat membantu perkembangan motorik kasar pada usia berikutnya," pungkasnya.(ADV)

SPORT
GRID Cardio Rush 2026 Ajak Pelari Tangerang Maraton Sambil Donasi Pohon, Target Tanam 1.500 Bibit

GRID Cardio Rush 2026 Ajak Pelari Tangerang Maraton Sambil Donasi Pohon, Target Tanam 1.500 Bibit

Jumat, 10 Juli 2026 | 20:12

Event lari GRID Cardio Rush 2026, kembali digelar GRID Fitness pada 2 Agustus 2026 mendatang di Carstensz Mall, Gading Serpong, Tangerang.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

OPINI
Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:58

Masuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill