Masalah Utang, Pria di Tangerang Diculik dan Disekap Belasan Jam dalam Kondisi Terikat
Sabtu, 6 Juni 2026 | 01:01
Aksi penyekapan dan ancaman pembunuhan dialami seorang pria bernama Iwan Kurniawan di kawasan Kecamatan Cibodasari, Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Sejumlah warga terdampak banjir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sempat menerima paket bantuan yang sudah kedaluarsa dari Dinas Sosial setempat, pada Sabtu 6 Januari 2024, lalu.
Hal itu dibenarkan Herdiansyah, Ketua RT di Perumahan Rooswod Garden, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat. Menurutnya produk di dalam paket bantuan tersebut ternyata masa berlakunya berakhir pada Agustus dan September 2023.
"Karena ada pasta gigi udah penyok-penyok," ungkapnya, Selasa 9 Januari 2024.
Namun, Herdiansyah mengaku warga yang menerima paket tersebut belum sempat menggunakannya. Sebab, mereka sudah curiga dengan kemasan produk yang sudah tak layak.
"Saat memeriksa tanggal produk, ternyata sudah kedaluwarsa," terangnya
Menurutnya, ada empat paket tas bantuan yang ditemukan dalam kondisi kedaluwarsa. Warga penerima ada yang langsung membuangnya ke bak sampah dan ada juga yang dikembalikan ke Dinsos.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinsos Kota Tangsel Yasir Arafat mengakui ada paket bantuan didistribusikan kepada warga korban banjir yang masa berlakunya sudah lewat.
Hal itu terjadi pada Sabtu, 6 Januari 2024 sore. Pihaknya langusng menggantinya pada waktu magrib.
“Sudah diganti. Belum sempat dipakai warga, tapi sudah ditukar dengan yang lebih baik,”katanya.
Aksi penyekapan dan ancaman pembunuhan dialami seorang pria bernama Iwan Kurniawan di kawasan Kecamatan Cibodasari, Kota Tangerang.
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.
Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews