Connect With Us

Pemkot Tangsel Didesak Samakan Jam Operasional Truk dengan DKI

| Selasa, 7 Juni 2011 | 13:21

Tampak kemacetan di Jalan Raya Serpong. (tangerangnews / dira)

TANGSEL-Pemprov DKI Jakarta pada 10 Juni 2011, akan melakukan evaluasi akhir soal jam operasional truk malam hari. DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) pun bereaksi karena Jalan Raya Serpong akan terkena dampak langsung. Mereka mendesak Pemkot Tangsel menetapkan aturan yang sama.

"Ya harus sama, jangan sampai Walikota Tangsel mengendur. Samakan saja aturan pembatasan truknya, yakni pukul 22.00-05.00 WIB, karena warga Tangsel sangat mengeluhkan kemacetan ini," terang Iwan Rahayu, Ketua Komisi D DPRD Kota Tangsel, Selasa (7/6/2011).

Iwan mengatakan, sebenarnya masalah truk ini adalah permasalahan Provinsi DKI. Namun kemudian, ini ikut merembet menjadi permasalahan Kota Tangsel.

"Saya juga mendorong agar Provinsi Banten juga turun membantu kami. Sebab jalan yang akan dilalui tidak hanya jalan Provinsi Banten, tetapi juga jalan Kota Tangsel. Bisa-bisa Kota Tangsel setiap tahun APBD-nya habis untuk membangun jalan rusak terus karena kebijakan DKI yang tanpa berkoordinasi dengan daerah penyangga," ujar politisi dari PDI Perjuangan ini.

Sebaliknya, DPRD Tangsel meminta kepada Pemkot Tangsel untuk mempersiapkan aturan dan infrastruktur untuk menerapkan aturan pembatasan truk melintasi Jalan Raya Serpong.

"Misalnya, rambu larangan jam masuk, siapkan area parkir yang nyaman untuk para sopir untuk tempat menunggu. Siapkan juga sanksi apa jika mereka melanggar aturan itu. Ini perlu dipersiapkan oleh Pemkot Tangsel, karena ini adalah permasalahan baru yang belum direncanakan pada APBD," katanya.

Iwan mengakui, sebelumnya pihaknya memang masih memberi toleransi Jalan Raya Serpong menjadi jalan alternatif dari kegiatan KTT. "Namun, KTT telah berakhir. Nama besar Republik Indonesia sudah kami pertahankan dengan kerelaan kami. Tapi jangan dikorbankan terus dong. Harus ada formula yang terbaik," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tangsel, Ruhamaben dari FPKS mengatakan, pemerintah pusat juga harus mempercepat pengerjaan JORR 2.

"Ini akan mengurangi beban Jalan Raya Serpong. Dan DKI juga harus memberikan perhatian lebih atas kebijakan itu kepada Tangsel. Karena sudah pasti jalan di sini akan amblas, berdebu dan kotor," terang Ruhamaben. (DRA)

BANTEN
Detik-detik Evakuasi Penumpang KMP Batumandi yang Terbakar di Perairan Merak Banten

Detik-detik Evakuasi Penumpang KMP Batumandi yang Terbakar di Perairan Merak Banten

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:07

Insiden mengejutkan terjadi di perairan Merak ketika KMP Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendadak terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

KAB. TANGERANG
300 Km Jalan di Kabupaten Tangerang Rusak Berat, Truk ODOL Jadi Biang Kerok

300 Km Jalan di Kabupaten Tangerang Rusak Berat, Truk ODOL Jadi Biang Kerok

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:57

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mencatat ada sepanjang 300 kilometer (Km) jalan di wilayahnya mengalami kerusakan berat.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill