TANGERANGNEWS.com-Masalah tumpukan sampah di Tangerang Selatan (Tangsel) kian mengkhawatirkan. Menanggapi situasi ini, Komisi VIII DPR RI mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat untuk terjun langsung menjadi solusi nyata dalam pengelolaan limbah wilayah tersebut.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Haeny Relawati Rini Widyastuti, menegaskan bahwa status darurat sampah di Tangsel memerlukan sentuhan inovasi dari akademisi.
Salah satu poin krusial yang didorong oleh DPR adalah penerapan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF).
Teknologi ini mampu mengolah sampah hingga kadar airnya menyusut drastis menjadi hanya 2%, sehingga sisa olahannya dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
"Saya mendorong agar UIN dapat menyampaikan kepada Bappenas untuk masuk menjadi program percontohan RDF. Ini penting agar pengolahan sampah menjadi lebih optimal," ujar Haeny dalam Kunjungan Kerja Spesifik pada Kamis, 12 Februari 2026,
Haeny juga mengapresiasi hasil daur ulang sampah plastik oleh UIN yang telah dimanfaatkan menjadi paving block, serta pengolahan kompos.
Menurutnya, sinergi antara Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kewirausahaan dan konsep ramah lingkungan perlu terus diperkuat agar berdampak lebih luas.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri berharap pengelolaan sampah di lingkungan sekitar kampus, khususnya wilayah Ciputat, dapat terus diperbaiki.
“Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, kami berharap UIN mampu memberikan dampak kepada lingkungan sekitar, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat dan penerapan teknologi pengelolaan sampah yang bisa direplikasi,” tutupnya.