Connect With Us

Majalah TIRO Dilaporkan ke Polda

| Selasa, 11 Oktober 2011 | 18:33

Salah satu terbitan majalah TIRO. (tangerangnews / dira)

TANGERANG-Kampanye hitam mewarnai proses pelaksanaan Pilgub Banten. Kali ini dialami pasangan Atut - Rano, melalui sebuah Majalah bernama TIRO  yang diduga mendiskreditkan pasangan nomor urut satu itu. 

"Kami juga tidak menduga, ternyata akhir-akhir ini serangan makin kuat dan tidak beretika. Selain selebaran gelap, juga adanya majalah yang melakukan kampanye hitam terhadap pasangan Atut - Rano," ucap Verry Muchlis, Ketua Bappilu DPD Partai Golkar Banten, kepada wartawan di sekretariat pemenangan Atut - Rano, BSD, Tangsel, Selasa (11/10).

Menurut Verry, edisi 63 Majalah TIRO, menurunkan berita dengan judul Atut Keturunan Perampok?. "Tentunya rekan-rekan media tahu, apakah judul seperti itu layak atau tidak untuk sebuah pemberitaan? Itu sudah kampanye hitam, fitnah. Tidak mengacu pada kode etik pers," ucapnya.

Isi berita dari Majalah TIRO tersebut, menjelek-jelekan Atut dan keluarganya. Tanpa ada konfirmasi dari keluarga Atut. "Kami melihat ini pembunuhan karakter bagi Ibu Atut dan keluarga," ujarnya.

Menurut Verry, hasil investigasi timnya, majalah dan foto kopi majalah itu dibagikan kepada masyarakat di pinggir jalan mulai dari Jalan Teluk Naga, Sepatan, sampai Paku Haji. "Ini sudah sistematis, ada upaya menggoyang pasangan Atut-Rano dengan cara busuk," katanya.

Majalah TIRO kata Verry, sudah dua kali menurunkan berita yang bersifat menjelek-jelekan Atut. Terbitan sebelumnya bulan September lalu, berjudul "Tangkap Gubernur Atut!". "Tadinya kami coba mendiamkan, tapi ternyata mereka membuat lagi berita yang mendiskreditkan pasangan Atut-Rano. Ibu Atut sendiri meminta kepada tim untuk tenang dan sabar. Tapi ini sudah sangat mengganggu," tegasnya.

Pihak Majalah TIRO sendiri ketika dihubungi wartawan mengakui bahwa isi majalah tersebut sebagian besar hasil pesanan seseorang. "Biasanya ada yang pesan. Tapi saya tidak tahu siapa yang memesan untuk edisi bulan September dan Oktober," ujar Ulfa, staf redaksi.

Bahkan untuk penjualannya, kata Ulfa, memang tidak ada di loper. "Biasanya dibagi kepada instansi pemerintah, dan kepada pihak pemesan," ujarnya.

Untuk edisi September yang berjudul "Tangkap Gubernur Atut!" Laku hingga 40.000 eksemplar. "Pemesanan pertama cetak 20.000, lalu cetak laghi karena habis," tandasnya.

Begitu juga untuk edisi Oktober, yang dicetak sebanyak 20.000 eksemplar. "Saya sih tidak tahu siapa yang pesan. Saya juga tidak tahu siapa pemilik Majalah TIRO. Saya cuma staf di sini," ucapnya. (DRA)

TANGSEL
Pelatih Sepatu Roda di Tangsel Diduga Setubuhi Anak Didiknya, Terbongkar dari Isi Chat

Pelatih Sepatu Roda di Tangsel Diduga Setubuhi Anak Didiknya, Terbongkar dari Isi Chat

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:05

Dunia olahraga di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diguncang kabar miring. Polda Metro Jaya saat ini tengah mendalami kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang oknum pelatih olahraga sepatu roda

BISNIS
Pertama di Tangerang, FBC Clinic Hadirkan Teknologi XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri

Pertama di Tangerang, FBC Clinic Hadirkan Teknologi XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri

Rabu, 20 Mei 2026 | 19:26

FBC Aesthetic and Revitalization Center, klinik estetika premium di Gading Serpong, Tangerang, meluncurkan XERF by Cynosure Lutronic, sebuah teknologi pengencangan (skin tightening) dan pengangkatan kulit (skin lifting) generasi terbaru.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill