Connect With Us

Warga Tangsel Didorong Atasi Sampah Mandiri Lewat Budidaya Maggot

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 28 Januari 2026 | 23:36

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar mengedukasi budaya maggot dalam Forum Komunikasi Bank Sampah di Kelurahan Pamulang Timur, pada Rabu, 28 Januari 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mendorong budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga yang menjadi penyumbang besar tumpukan sampah di wilayah tersebut.

Solusi ini dinilai efektif, murah, dan berkelanjutan, terutama di tingkat rumah tangga dan lingkungan permukiman, sehingga masyarakat tidak selalu mengandalkan pengangkutan sampah oleh pemerintah.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menegaskan maggot mampu mengurai sampah organik secara cepat sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, dengan memberikan pelatihan budidaya maggot kepada masyarakat ini menjadi bagian penting dalam strategi pengurangan sampah dari sumbernya.

“Pakan maggot itu gratis, dari sampah kita sendiri. Tinggal bagaimana kita kelola dan pastikan ada pasar yang menyerap hasilnya,” ujar Pilar dalam Forum Komunikasi Bank Sampah di Kelurahan Pamulang Timur, Tangerang Selatan pada Rabu, 28 Januari 2026.  

Ia menjelaskan, sisa makanan dan sampah organik rumah tangga yang selama ini berakhir di tempat pembuangan dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot.

Selain mengurangi volume sampah, hasil budidaya maggot dapat dijual atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ikan, hingga bahan baku pertanian.

Pilar menekankan, pengelolaan sampah berbasis maggot harus berjalan seiring dengan penguatan bank sampah di setiap lingkungan.

Pemkot Tangsel pun mendorong agar setiap RW memiliki dan mengaktifkan bank sampah sebagai simpul pengelolaan sampah warga.

“Kalau bank sampah sudah ada, harus disukseskan. Kalau belum ada, harus dibentuk. Ini harus jadi perhatian serius RW dan warga, karena pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, keberhasilan pengelolaan sampah tidak ditentukan oleh teknologi semata, melainkan perubahan kebiasaan masyarakat. 

Ia berharap budidaya maggot menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran warga dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

"Pendekatan berbasis masyarakat seperti bank sampah dan budidaya maggot perlu diperluas agar menjadi kebiasaan kolektif, bukan sekadar program sesaat," tuturnya.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Tolak Beri Bantuan Hukum Kasatpol PP Terkait Dugaan Pelecehan

Pemkab Tangerang Tolak Beri Bantuan Hukum Kasatpol PP Terkait Dugaan Pelecehan

Senin, 28 September 2026 | 20:04

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan tidak akan memberikan pendampingan maupun bantuan hukum kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna.

BISNIS
Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Jumat, 25 September 2026 | 22:29

Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill