TANGERANGNEWS.com-Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
Asisten pintar ini mencatat rekor kecepatan respons hingga 49 milidetik, membuat warga tak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkan jawaban.
Berdasarkan data evaluasi periode 30 April hingga 6 Mei 2026, Helita telah melayani 545 percakapan dengan total mencapai 4.464 pesan yang masuk.
Kehadiran Helita di platform Tangsel ONE bertujuan memangkas birokrasi dan menyederhanakan akses layanan publik menjadi satu pintu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, mengungkapkan bahwa mayoritas warga menggunakan Helita untuk mencari solusi atas tiga hal utama yakni informasi umum sebesar 37,4 persen, masalah perizinan: 21,5 persen dan laporan 14,6 persen.
"Adopsi awal masyarakat sangat positif. Helita sudah memiliki fondasi kuat sebagai layanan digital berbasis AI. Tahap berikutnya adalah memastikan kebutuhan masyarakat tuntas secara end-to-end," ujar Asep, Kamis 14 Mei 2026.
Helita tidak hanya berfungsi sebagai pemberi informasi, tetapi juga mulai menangani keluhan warga melalui sistem ticketing. Hingga saat ini, tercatat 68 tiket pengaduan masuk, di mana 37 di antaranya telah berhasil diselesaikan (closed).
Meski begitu, tantangan besar kini ada di tangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara fisik.
Saat ini, laporan melalui kanal digital sebanyak 104 laporan, masih terpaut jauh dari laporan kanal fisik sebanyak 1.442 laporan. "Sehingga Pemkot terus mendorong warga untuk mulai beralih ke layanan digital yang lebih praktis," kata Asep.
Di awal peluncurannya, penggunaan CPU sistem sempat melonjak hingga mendekati 100 persen akibat antusiasme warga yang luar biasa.
Namun, tim Kominfo memastikan saat ini infrastruktur telah stabil dan siap melayani volume pesan yang lebih besar.
Ke depan, Pemkot Tangsel berencana mengembangkan native web chat untuk meningkatkan kontrol layanan serta memperkuat integrasi dengan layanan darurat 112.
"Helita menjadi pintu depan (front door) untuk menerima kebutuhan warga. Kami akan terus memperkuat integrasi sistem agar setiap obrolan tak sekadar terjawab, tapi masalah warga benar-benar teratasi," pungkas Asep.