TANGERANG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyalahkan pengembang di wilayahnya yang telah melanggar rekomendasi pemerintah daerah (Pemda). Itu dikatakan oleh Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan , Kota Tangsel, Retno Pratiwi, akhir pekan ini kepada para wartawan.
Menurut dia, rata-rata perumahan yang seharusnya adalah lokasi serapan air seperti fasos fasum yang berubah fungsi dan rekomendasi pemerintah, seperti agar harus melakukan pengurukan tanah dulu sebelum dibangun, dilanggar pengembang.
"Ternyata setelah kita telusuri, sebenarnya lokasi perumahan yang banjir kembanyakan dahulunya adalah empang. Ini kita tahu, setelah kita telusuri dan berdasarkan informasi dari Pemkab Tangerang. Bahkan, Pemkab Tangerang juga menyatakan, salah satu permasalahan di era Tangsel masih menjadi bagian Kabupaten Tangerang, pengembang tidak melaksanakan rekomendasi, seperti seharusnya dilakukan pengurukan tanah, tapi mereka langsung saja membangunnya," katanya.
Kontur tanah di Kota Tangsel, diakuinya, memang berbeda dengan wilayah lain. Tanah di Tangsel relatif naik turun. Solusinya, menurut Retno, pihaknya telah melakukan kesepakatan dengan pengembang.
"Kita akan bantu membuatkan drainase dan sodetan. Ini sudah kita jalani, namun di beberapa wilayah karena berkaitan dengan kesepakatan harga tanah dengan warga, hal ini masih butuh waktu yang tidak bisa singkat. Kita sih sudah siapkan lelangnya, hanya nilai tanah kan harus sepakat dengan warga," katanya.
Untuk kedepan, kata Retno, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany sudah berkali-kali memberikan arahan kepada BP2T agar pengembang senantiasi mengikuti rekomendasi. "Jadi kalau ada yang tidak sesuai rekomendasi, bisa kena sanksi pencabutan izin," katanya.
Kemudian dirinya juga menyinggung soal Tol BSD di Km 8 yang banjir, menurut dia, untuk tol tersebut itu adalah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten dan pengembang jalan tol. Itu pun sudah dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, yang kemudian disepakati dengan pengembang jalan tol tersebut untuk menambah pompa air, serta membuat tanggul dan sodetan.
"Sudah ada titik temu, pengembang tol mau menambah pompa air, membangun tanggul dan sodetan. Airnya sendiri nanti akan langsung dibuang ke kali angke. Tetapi, lagi-lagi ini kan butuh waktu untuk membangunya," kata Retno.
Seperti diketahui sebelumnya, pada Sabtu (5/5) kemarin, Jalan Aria Putra yang menghubungkan jalan BSD dengan Ciputat mengalami banjir hingga setengah meter. Akibat banjir setinggi itu, pihak Polsek Ciputat langsung melakukan pemblokiran jalan sejak pukul 15.00-21.00 WIB. (DRA)