Connect With Us

Pemkot Tangsel Kalah Gugatan Sengketa Lahan SDN Cilbar

| Senin, 3 Juni 2013 | 09:04

Ilustrasi. (tangerangnews / tangerangnews)

TANGSEL-Kasus sengketa lahan SDN Ciledug Barat (Cilbar) yang sempat bergulir sejak bulan September 2011 lalu akhirnya dimenangkan Jaudin bin Entong selaku ahli waris. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) wajib mengganti kompensasi kepada ahli waris atas lahan seluas 1500 meter persegi itu.

Sedari awal, bukti keabsahan kepemilikan lahan yang dikantongi pemilik lahan sesuai girik C Nomor 370 Persil 36 D 111 atas nama Liman Mihad. Sementara, sengketa lahan tersebut harus memakan waktu panjang dengan proses persidangan sebanyak 24 kali.

"Sekarang keputusannya sudah jelas. Pihak kami selaku penggugat terbukti sebagai pemilik sah lahan sekolah," terang Sonny Idris, kuasa hukum ahli waris keluarga Jaudin, Jumat (31/5).

Dikatakan Sonny, sebelumnya pihak Pemkot Tangsel ikut mengklaim kepemilikan lahan sebagai warisan Pemerintah Daerah sebelumnya yang masih berstatus Kabupaten Tangerang. Namun, atas klaimnya pihak tergugat tidak dapat menyertainya dengan bukti konkret.

"Meskipun Pemkot Tangsel juga menghadirkan saksi saat persidangan, namun tidak memiliki kekuatan hukum karena mereka tidak dapat menjelaskan substansi pokok permasalahan kepemilikan lahan," tambahnya.

Berdasarkan mediasi yang sempat dilakukan dengan dihadiri pejabat terkait, Pemkot Tangsel dianggap ingkar janji lantaran tidak juga merealisasikan kesepakatan untuk memberikan ganti rugi pengelolaan lahan sekolah kepada pihak ahli waris.

Sesuai keputusan yang dimenangkan kliennya di PN Tangerang, lanjut Sonny, Pemkot Tangsel wajib membayar ganti rugi tanah sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah setempat tahun 2012 sebesar Rp 922.068/ meter. Jika dikalkulasikan, kompensasi yang harus dikeluarkan Pemkot Tangsel sebesar Rp1,383 miliar.

"Kami berharap Pemkot Tangsel harus segera menyelesaikannya karena keputusannya sudah mempunyai kekuatan hukum yang kuat," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Tangsel, Ade Iriana mengatakan, menanggapi keputusan PN Tangerang pihaknya akan berupaya mengajukan banding lewat jasa bantuan hukum dari Jaksa Pengacara Negara (JPN).

Menurutnya, keputusan yang telah dijatuhi PN Tangerang dinilainya belum merupakan akhir dari proses hukum. Upaya hukum akan terus diupayakan Pemkot Tangsel sampai tingkat atas. "Kalau memang di Pengadilan Tinggi kita tetap kalah, maka langkah kasasi akan juga kita tempuh," ujarnya.

Menanggapi tudingan pihak ahli waris yang mengatakan masih minimnya dokumen atas kepemilikan lahan oleh Pemkot Tangsel, Ade berujar telah mempersiapkan bukti kepemilikan berupa surat serah-terima aset dari Pemerintah Kabupaten Tangerang sebelumnya.

"Kewajiban Pemkot Tangsel untuk mengganti rugi lahan kepada penggugat sebenarnya tidak mendasar," tandasnya.

Sempat diberitakan, kasus sengketa perebutan lahan SDN Ciledug Barat di jalan Haji Rean RT05/ 01, Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel itu  sempat memanas. Pasalnya, pihak ahli waris yang sudah terlanjur kesal kepada Pemkot Tangsel pada bulan September 2011 silam langsung menyegel seluruh ruangan gedung sekolah dengan cara memantek bagian pintu menggunakan batang kayu dan bambu.

Dengan terpaksa ratusan murid pun harus rela melakukan aktifitas kegiatan belajar mengajar di luar ruangan. Bahkan tidak sedikit murid menangis melihat suasana sekolahnya yang sempat tegang tersebut. (mtv)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
PLN Dukung PSEL Kota Bekasi, Sampah Ditargetkan Diolah Jadi Listrik untuk 55 Ribu Rumah

PLN Dukung PSEL Kota Bekasi, Sampah Ditargetkan Diolah Jadi Listrik untuk 55 Ribu Rumah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:13

PT PLN (Persero) mendukung pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL)

BANTEN
Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:57

Kebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.

TOKOH
Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia, Pernah Ajar Ngaji Artis hingga Jadi Tokoh Pendidikan Tangerang

Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia, Pernah Ajar Ngaji Artis hingga Jadi Tokoh Pendidikan Tangerang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:54

Kabar duka datang dari dunia kependidikan Tangerang, rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Desri Arwen meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus 2026, di RS Sari Asih Sangiang, pukul 11.14 WIB.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill