Connect With Us

SMS Gelar Festival Kuliner Yogyakarta dan Solo

| Selasa, 30 Juli 2013 | 21:48

Deputy Executive Director SMS Tommy menjelaskan soal pusat kuliner di SMS. (TangerangNews / Rangga)

 

 
TANGERANG-Setelah sukses menggelar Festival Kuliner Serpong (FKS) dengan budaya khas Bali dan Minangkabau pada 2011 dan 2012.  Tahun ini  Summarecon Mal Serpong  (SMS) kembali menggelar acara yang sama dengan konsep budaya Yogyakarta dan Solo.
 
Festival ini dilaksanakan mulai tanggal 27 Agustus - 22 September 2013, di area parkir selatan SMS.
 
Deputy Executive Director  SMS Tommy mengatakan, FKS kali ini akan membawa dekorasi suasana Jalan Malioboro, Yogyakarta dan juga Solo. Selain makanan khas, akan dihadirkan juga seni budaya tarian dari dua daerah di Pulau Jawa itu.
 
"Kita juga bangun dekorasi keraton dan rumah joglo, tugu Yogyakarta serta Candi Borobudur. Pengunjung akan dibawa ke suasana seperti di sana," katanya.
 
Dalam FKS 2013 ini, pihaknya menyediakan sekitar 75 tenant dengan berbagai makanan khas Yogya dan Solo, seperti Nasi Gudeng, Serabi Notosuman, Sate Katak Mak Adhi, Sate Sapi Kempleng, Sate Jamur, Soto Bangkong dan Kopi Joss.
"FKS ini bisa menjadi obat kangen pengunjung yang tidak bisa pulang kampung ke Yogya dan Solo," ujar Tommy.
 
Untuk alat tukar transaksi masih menggunakan voucer seperti tahun lalu. Namun pihaknya menyediakan promo sebelum FKS 2013 berlangsung, yakni voucer senilai Rp 600 bisa didapatkan dengan harga Rp 500 ribu.
 
 "Kami juga menyediakan tempat pembelian voucer di sejumlah tempat, untuk menghindari antrian panjang," papar Tommy.
 
Sementara untuk mengantisipasi kekurangan tempat duduk, pihaknya akan mengoptimalkan area broadway dengan membuat konsep lesehan.
 
"Dengan tempat lesehan, kita bisa menambah tempat duduk untuk 200-300 orang, terutama saat weekend," ujarnya.(RAZ)
 
 
OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

BANTEN
Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS, UMKM Banten Didorong Pikat Pasar Global

Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS, UMKM Banten Didorong Pikat Pasar Global

Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:00

Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-41 Tahun 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, menargetkan nilai transaksi yang fantastis, yakni mencapai 17,5 miliar dolar AS.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill