Penyebab Sulit Orgasme

kompas
ilustrasi pemerkosaan
Rabu, 4 Agustus 2010 | 02:07 WIB
TANGERANGNEWS-Orgasme adalah kenikmatan tertinggi yang bisa dicapai wanita saat bercinta. Banyak wanita yang ingin mendapatkannya setiap kali bercinta.
Kenyataanya, tidak semua wanita pernah merasakannya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik psikologis, fisik maupun eksternal.
Stres dan tekanan adalah faktor psikologis yang menyebabkan wanita tidak mendapatkan orgasme saat bercinta. Alhasil kelelahan mental menjadi faktor lain yang membuat wanita tidak mendapatkannya.
Sedangkan faktor eksternal disebabkan oleh pasangannya. Pasangan yang kelelahan, stres atau bahkan mengalami ejakulasi dini membuat wanita tidak bisa meraih orgasme.
Lantas bagaimana jika Anda termasuk wanita yang sedang bugar secara jasmani dan rohani namun tidak pernah mendapatkannya? Padahal pasangan Anda juga tidak mengalami masalah-masalah di atas.
Jika Anda mengalami hal ini, maka berhentilah mengharapkan orgasme. Karena semakin Anda mengharapkannya, maka akan semakin sulit untuk mendapatkannya. Ekspektasi mendapatkan orgasme justru menjadi bumerang yang menekan diri sendiri untuk terus berusaha lagi dan lagi.
Anda harus lebih rileks dan menikmati permainan. Selain itu, Anda perlu stimulasi dengan jumlah yang tepat dan memadai.
Stimulasi yang tepat adalah dengan mengeksplorasi tubuh untuk mendapatkan bagian yang paling sensitif. Bagi kebanyakan wanita, lokasi tersebut berada pada klitoris. Bagi sebagian lainnya, posisi tersebut berada di dalam Miss V, putting atau pusar.
Adanya perbedaan titik sensitif pada setiap wanita, menuntut masing-masing wanita untuk terus mengeksplorasi tubuh. Terkadang lokasi tersebut bisa bertambah atau bahkan berpindah.
Seperti pria yang melakukan hand job, Anda pun juga demikian. Kenikmatan yang Anda dapatkan adalah tanggung jawab Anda sendiri, bukan pasangan. Jadi jangan terlalu berharap kepada orang lain untuk menemukan atau bahkan menyentuh titik tersebut dengan sendirinya. Ajaklah ia berkomunikasi jika Anda sudah menemukan titik tersebut.(wolipop/dira)
Kenyataanya, tidak semua wanita pernah merasakannya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik psikologis, fisik maupun eksternal.
Stres dan tekanan adalah faktor psikologis yang menyebabkan wanita tidak mendapatkan orgasme saat bercinta. Alhasil kelelahan mental menjadi faktor lain yang membuat wanita tidak mendapatkannya.
Sedangkan faktor eksternal disebabkan oleh pasangannya. Pasangan yang kelelahan, stres atau bahkan mengalami ejakulasi dini membuat wanita tidak bisa meraih orgasme.
Lantas bagaimana jika Anda termasuk wanita yang sedang bugar secara jasmani dan rohani namun tidak pernah mendapatkannya? Padahal pasangan Anda juga tidak mengalami masalah-masalah di atas.
Jika Anda mengalami hal ini, maka berhentilah mengharapkan orgasme. Karena semakin Anda mengharapkannya, maka akan semakin sulit untuk mendapatkannya. Ekspektasi mendapatkan orgasme justru menjadi bumerang yang menekan diri sendiri untuk terus berusaha lagi dan lagi.
Anda harus lebih rileks dan menikmati permainan. Selain itu, Anda perlu stimulasi dengan jumlah yang tepat dan memadai.
Stimulasi yang tepat adalah dengan mengeksplorasi tubuh untuk mendapatkan bagian yang paling sensitif. Bagi kebanyakan wanita, lokasi tersebut berada pada klitoris. Bagi sebagian lainnya, posisi tersebut berada di dalam Miss V, putting atau pusar.
Adanya perbedaan titik sensitif pada setiap wanita, menuntut masing-masing wanita untuk terus mengeksplorasi tubuh. Terkadang lokasi tersebut bisa bertambah atau bahkan berpindah.
Seperti pria yang melakukan hand job, Anda pun juga demikian. Kenikmatan yang Anda dapatkan adalah tanggung jawab Anda sendiri, bukan pasangan. Jadi jangan terlalu berharap kepada orang lain untuk menemukan atau bahkan menyentuh titik tersebut dengan sendirinya. Ajaklah ia berkomunikasi jika Anda sudah menemukan titik tersebut.(wolipop/dira)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dengar informasi mengenai Tangerang melalui Radio Tangerang
