Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah
Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:20
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TANGERANG-Dua PDAM di Tangerang, yakni PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang dan PDAM Tirta Kerta Raharja akhirnya menempuh cara bergiliran berbagi waktu pasokan air baku yang berasal dari Sungai Cisadane.
Hal itu dilakukan lantaran Cisadane telah mengering, serta sebelumnya telah mengalami kerusakan pada Pintu Air 10 yang ada di Kota Tangerang. Karenanya, dua perusahaan daerah itu menggunakan sistem pembagian air perwilayah dan perwaktu.
"Pukul 20.00 - Pukul 04.00 WIB untuk wilayah Kabupaten Tangerang. Pukul 04.00 - Pukul 15.00 WIB untuk wilayah Kota Tangerang," dilansir dari situs PDAM TKR kabupaten Tangerang, Selasa (11/8/2015).
Dengan adanya pembagian distribusi air ini, diharapkan pelanggan PDAM dapat memanfaatkannya dengan menampung air di rumah masing-masing di waktu yang telah ditentukan.
Sebelumnya diketahui, kondisi terakhir permukaan air Sungai Cisadane semakin surut, Selasa (11/8/2015). Hal ini dikarenakan musim kemarau dan pasca jebolnya salah satu pintu air 10 (pintu 6) pada Selasa (28/7/2015) lalu. Surutnya permukaan air Sungai Cisadane berdampak terhadap aktivitas pengolahan dan pengaliran air bersih ke pelanggan.
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelontorkan anggaran fantastis sebesar Rp22 miliar per tahun agar masyarakat tidak perlu mengganti biaya pengolahan kantong darah Palang Merah Indonesia (PMI).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews