Connect With Us

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Parkir Inap

Dira Derby | Kamis, 19 Desember 2013 | 15:57

Peresmian Parkir Inap Bandara Soekarno-Hatta (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG-Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT   Angkasa Pura II menambah fasilitas baru di area bandara tersebut berupa parkir inap baru. Lokasi parkir baru tersebut berada persis di depan gedung 600 atau kantor pusat PT Angkasa Pura II.  

Menurut Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjiptadi, parkir inap itu menjadi bagian revitalisasi dari grand design pengembangan bandara terbesar di Indonesia tersebut. Dengan luas lahan sebesar 12.091 m2 yang dilengkapi kanopi, parkir inap tersebut memiliki daya tampung roda empat 486 unit.

“Mulai hari ini  sudah resmi dibuka. Sasaran kami untuk mewujudkan pelayanan kepada pengguna jasa, mengedepankan pencitraan positif dalam rangka menuju bandara berkelas dunia,” kata Bram, Kamis (19/12).

Dia mengaku, parkir inap itu sebenarnya ditargetkan sebelum tahun baru 2014, tetapi ternyata bisa dioperasikan sebelum natal ini.      
Berdasarkan data PT Angkasa Pura II , transaksi parkir di Bandara saat ini setiap harinya mencapai 22.000 bahkan sampai dengan 25.000 unit roda empat. Sedangkan kapasitas parkir di bandara tersebut total 7.855 unit roda empat. Masing-masing Terminal 1,  6.150 unit, Terminal 2, 1.343 unit dan  Terminal 3, 363 unit.

“Sudah terbayangkan, begitu padatnya,” jelasnya.   

Demi kenyamanan penumpang,  kata dia, fasilitas parkir inap itu juga dilengkapi dengan toilet, kantin, serta kanopi kendaraan yang akan melindungi dari terik matahari dan hujan.

Selain itu disiapkan juga shelter dan shuttle bus sebagai sarana transportasi penumpang menuju terminal. Sedangkan untuk memberikan rasa aman kepada para pengguna jasa, parkir inap itu  juga akan dilengkapi pos jaga 24 jam dan 16 CCTV yang akan memantau keberadaan kendaraan terus menerus.

Untuk menggunakan fasilitas parkir inap itu, para pengguna jasa bandara akan dikenakan tarif sebesar Rp.20.000 per enam jam pertama,  untuk 1 (satu) jam berikutnya Rp2.000.

Yos Sugiono Presiden Direktur PT Angkasa Pura Solusi sebagai pengelola parkir tersebut mengatakan, persoalan kapasitas memang menjadi isu penting di Bandara Soekarno-Hatta. “Jika ada kehilangan, kita punya asuransi. Tetapi kita tidak mungkin mengharapkan ada yang hilang,” katanya.

Diketahui sebelum-nya, parkir inap itu di  Bandara Soekarno-Hatta telah memiliki fasilitas yang mampu menampung sebanyak 1.211 unit kendaraan roda empat dengan rincian Terminal 1 sebanyak 574 unit kendaraan , Terminal 2, 405 unit kendaraan, Terminal 3 sebanyak 320 unit kendaraan. Namun, terminal 2 dipindah parkir inapnya ke bekas parkir Damri. 
PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

OPINI
Nasib Palestina, Derita Tak Kunjung Berakhir

Nasib Palestina, Derita Tak Kunjung Berakhir

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:37

‎Kematian di Gaza tak hanya datang dari peluru dan bom. Seorang pria dan seorang anak meregang nyawa akibat runtuhnya bangunan karena cuaca ekstrem. Hingga kini, total 19 korban tewas akibat tertimbun puing telah dibawa ke rumah sakit.

BANTEN
Investasi Sektor Hilirisasi Banten Tembus Rp41,3 Triliun pada 2025

Investasi Sektor Hilirisasi Banten Tembus Rp41,3 Triliun pada 2025

Jumat, 16 Januari 2026 | 21:41

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember), realisasi investasi berhasil menembus angka Rp130,2 triliun.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill