TANGERANGNEWS.com-Libur panjang Lebaran 2026 di Kota Tangerang dipastikan bakal lebih berwarna. Tangcity Mall menghadirkan rangkaian acara bertajuk “Aniwayang Desa Timun - Riang Ria Hari Raya” yang berlangsung mulai 6 hingga 29 Maret 2026.
Event ini bukan sekadar hiburan biasa. Tangcity memboyong Desa Timun, karya animasi wayang pertama di Indonesia yang memadukan keindahan seni tradisional wayang kulit dengan kecanggihan teknik animasi modern.
Karya ini sudah mencicipi panggung internasional di Kineko International Children’s Film Festival di Tokyo, Jepang.
Bertemu Langsung dengan Cila, Cili, Cilo dan Ayam
Bagi keluarga yang ingin memberikan pengalaman tak terlupakan untuk buah hati, Tangcity menghadirkan The First Live Show & Photo Session bersama karakter ikonik yakni Cila, Cili, Cilo, dan Ayam.
Pengunjung bisa berinteraksi langsung pada tanggal 7, 13, 14, 19, 20, dan 28 Maret 2026.
Tak hanya itu, setiap hari Minggu, pengunjung bisa merasakan pengalaman menjadi dalang melalui Pagelaran Aniwayang & Dalang Experience. Sebuah cara unik untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi alfa secara interaktif.
Tak hany itu, suasana Ramadan di Tangcity Mall juga akan diperkuat dengan deretan pertunjukan religi dan tradisional, antara lain Hadroh pada 7 dan 28 Maret, Sufi Dance & Gambus pada 19 dan 21 Maret, Rampak Bedug pada 21 Maret serta Rampak Gendang pada 22 Maret 2026.
Bagi para pencinta konten media sosial, jangan lewatkan Photo Challenge Aniwayang Desa Timun (6–23 Maret 2026). Pengunjung hanya perlu berfoto di dekorasi Desa Timun yang estetik dan mengunggahnya ke media sosial untuk berkesempatan memenangkan paket merchandise eksklusif.
Dukungan Pemerintah dan Pesan Budaya
Building Manager Tangcity Mall Rawanto menjelaskan bahwa acara ini bertujuan menciptakan suasana Ramadan yang hangat sekaligus edukatif.
"Kami berharap anak-anak dan generasi muda dapat semakin mencintai seni budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan," ujarnya.
Apresiasi senada datang dari Dr. Dadam Mahdar, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kemenparekraf RI. Menurutnya, Desa Timun adalah contoh nyata new engine of growth bagi ekonomi kreatif Indonesia yang berhasil mengangkat kearifan lokal ke level modern.
Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian sekaligus pengembangan seni pertunjukan tradisional Indonesia melalui pendekatan yang lebih modern dan dekat dengan generasi muda.
“kami berharap Ani Wayang Desa Timun menjadi contoh awal karya kreatif yang mengangkat kearifan lokal budaya Indonesia.” ujar Dadam Mahdar, Direktur Seni Rupa dan Pertunjukan Kemenparekraf.