Connect With Us

Cinta Segitiga Penyebab Sri Wahyuni Dibunuh?

Denny Bagus Irawan | Jumat, 21 November 2014 | 18:15

Sri Wahyuni (Facebook) (Istimewa / TangerangNews)

TANGERANG-Cinta segitiga diduga menjadi penyebab Sri Wahyuni tewas ditangan teman dekat prianya yang berinisial JAH.
Hal itu mengemuka setelah JAH ditangkap petugas Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (21/11).

Menurut informasi  yang didapat, JAH ketahuan oleh Sri telah berselingkuh dengan teman korban. Akibatnya, Sri Wahyuni kecewa dan marah terhadap JAH yang juga belakangan diketahui memiliki dua orang anak dan masih beristri.  

Kekesalan Sri tetap tak terbendung. Dengan kata kasar yang keluar dari mulut korban,  JAH akhirnya terpancing emosi. Entah bagaimana akhirnya JAH mencekik Sri Wahyuni di dalam mobil Honda Freed di parkiran Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pada Sabtu (15/11).

Dikonfirmasi hal tersebut, Kapolres Metro Bandara Soekarno-Hatta Kompes Pol CH Patoppoi  bungkam. “Kita baru saja mendatangkan tersangka dari Nabire, Papua. Saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab Sri Wahyuni tewas,” ujarnya. 
 
 
 
 
 
 
 
BANDARA
Bandara Soetta Siap Layani 35 Ribu Jemaah Haji, Sediakan Makkah Route di Terminal 2F

Bandara Soetta Siap Layani 35 Ribu Jemaah Haji, Sediakan Makkah Route di Terminal 2F

Senin, 20 April 2026 | 17:29

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan 35.285 jemaah haji pada musim haji 1447 Hijriah/2026.

BANTEN
Polda Banten Siapkan Skema 4 Tahap Pengamanan May Day 2026

Polda Banten Siapkan Skema 4 Tahap Pengamanan May Day 2026

Selasa, 21 April 2026 | 21:14

Polda Banten menyiapkan skema pengamanan empat tahap dalam menghadapi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day melalui simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang melibatkan personel gabungan.

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill