Connect With Us

Pengamat Nilai Rencana Proyek MRT Balaraja-Cikarang Belum Jamin Atasi Kemacetan 

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 3 Juni 2026 | 09:37

Ilustrasi MRT. (@TangerangNews / Dok : Pemprov DKI)

TANGERANGNEWS.com- Wacana pembangunan jalur MRT lintas timur-barat yang menghubungkan kawasan Bekasi hingga Tangerang mendapat perhatian terkait efektivitas proyek tersebut dalam menarik pengguna kendaraan pribadi dan menekan beban lalu lintas.

Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai, proyek MRT yang direncanakan melintasi koridor Medan Satria-Tomang-Kembangan-Balaraja memang memiliki urgensi dari sisi kebutuhan transportasi masa depan. 

Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh pembangunan jalur rel semata.

Menurutnya, persoalan utama yang selama ini dihadapi warga Jabodetabek bukan sekadar kemacetan di jalan, melainkan kerugian ekonomi yang terus membesar akibat waktu perjalanan yang tidak menentu.

“Kemacetan di Jabodetabek itu sudah masuk kategori biaya ekonomi yang sangat besar, bukan lagi sekadar ketidaknyamanan,” ujar Deddy dikutip dari TribunTangerang, Rabu 3 Juni 2026.

Ia menjelaskan ribuan pekerja yang setiap hari bergerak dari Tangerang maupun Bekasi menuju Jakarta menjadi bukti tingginya kebutuhan transportasi massal. 

Namun, besarnya jumlah komuter tidak otomatis menjamin MRT akan langsung menjadi pilihan utama masyarakat.

Menurutnya, perlu ada integrasi antarmoda transportasi. Sebab, T.tanpa dukungan akses yang memadai dari rumah menuju stasiun maupun dari stasiun ke lokasi tujuan, masyarakat dinilai masih akan mempertahankan penggunaan kendaraan pribadi.

Lanjutnya, salah satu kesalahan yang kerap terjadi dalam pembangunan transportasi publik adalah fokus pada jalur utama tanpa memperhatikan konektivitas perjalanan awal dan akhir pengguna.

Selain itu, ia mengingatkan proyek MRT lintas timur-barat juga menghadapi tantangan besar dari sisi pembiayaan. 

Berbeda dengan jalan tol yang memiliki model bisnis lebih jelas, proyek transportasi rel membutuhkan dukungan subsidi dan investasi pemerintah dalam jangka panjang.

Masalah lain yang dinilai berpotensi menjadi penghambat adalah pembebasan lahan. 

Di wilayah perkotaan yang sudah padat, biaya akuisisi tanah dapat membengkak dan memengaruhi kelayakan proyek secara keseluruhan.

Deddy menyebut salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah memanfaatkan koridor infrastruktur yang sudah ada, seperti jalur jalan tol, guna mengurangi kebutuhan pembebasan lahan baru dan menekan biaya konstruksi.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa proyek MRT berpotensi membawa dampak positif bagi kawasan yang dilalui. 

Selain memperbaiki konektivitas, keberadaan stasiun MRT dapat mendorong pertumbuhan kawasan berbasis transit atau transit oriented development (TOD) yang selama ini menjadi salah satu target pengembangan wilayah perkotaan.

Namun pada akhirnya, ia menilai ukuran keberhasilan proyek bukan hanya terletak pada berkurangnya jumlah kendaraan di jalan.

"Yang paling penting dari MRT itu bukan hanya mengurangi macet, tapi membuat waktu perjalanan menjadi lebih pasti,” kata Deddy.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

TEKNO
MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis

MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:06

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.

BANTEN
Hadapi Era AI, Sejumlah Kampus Unjuk Gigi Lewat Inovasi Teknologi di Banten Tech Festival 2026

Hadapi Era AI, Sejumlah Kampus Unjuk Gigi Lewat Inovasi Teknologi di Banten Tech Festival 2026

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:04

Berbagai inovasi tekonologi karya anak bangsa dari sejumlah perguruan tinggi dipamerkan dalam ajang Banten Festival Teknologi 2026 yang dihelat oleh Paguyuban Pasundan di Universitas Tangerang Raya (Untara), Tigaraksa, Kabupaten Tangerang

TOKOH
Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:25

Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi meninggal dunia pada Minggu, 19Juli 2026. Kabar duka tersebut tersebar melalui pesan singkat WhatsApp serta akun-akun dinas di Kota Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill