Tagihan Listrik Membengkak Meski Tarif Tak Naik, PLN Ungkap Penyebabnya
Jumat, 15 Mei 2026 | 11:21
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.
TANGERANGNews.com-PT Angkasa Pura II mulai membangun tower Apron Movement Control (AMC) di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. Hal itu dikemukakan Dirctor Finance PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam pada Jumat (1/7). Dia mengatakan, pihaknya sudah menganggarkan biaya pembangunan tower tersebut.
"Biaya-nya dari kita, relatif tidak mahal, sekitar Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar, " kata Andra saat ditemui di kantornya.
Andra menuturkan, biaya tersebut digunakan untuk pembangunan fisik beserta pembelian fasilitas pendukung menara pemantau tersebut. "Detailnya saya tidak hafal, yang jelas akan ada sejumlah instrumen untuk membantu memantau penerbangan dan alat komunikasi. Tinggi menaranya 22 meter, lokasinya di Terminal 3, " ujarnya.
Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya urung mengizinkan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta beroperasi karena pergerakan pesawatnya tidak bisa terpantau menara Air Traffic Controller (ATC).
Kemenhub juga sudah sempat menyewakan sebuah mobile tower, namun akhirnya ditarik lagi karena tidak bisa berfungsi dengan baik.
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.
TODAY TAGKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Kementerian Agama RI akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia pada 17 Mei 2026.
Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews