Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik
Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNews.com- Penyebab banjir di area kedatangan Terminal 3 yang baru di Bandara Soekarno-Hatta telah diketahui oleh Angkasa Pura II bersama kontraktor. Tak lain disebabkan adanya selembar triplek yang ada di dalam bak kontrol.
Hal itu diungkapkan oleh Head of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi. Seperti diketahui pada Minggu (14/8/2016) lalu Terminal 3 baru banjir.
"Ada selembar triplek yang tertinggal di bak kontrol, hal itu menyebabkan air tidak bisa masuk sepenuhnya ke dalam bak. Akibatnya, air yang mengalir dengan tekanan tinggi berbalik lagi ke atas dan mencari titik lain untuk mengalir keluar," kata Agus, Senin (22/8/2016).
Terkait dengan keberadaan triplek itu, hingga saat ini masih dicari tahu lebih lanjut. Setelah mengetahui penyebab banjir, pihak kontraktor mengaku sudah mulai mengerjakan pembuatan sodetan dari bak kontrol, pemotongan jalan, serta by pass talang dari atap langsung ke saluran air terbuka di sebelah luar. Pengerjaan dilaksanakan mulai dari pukul 23.00 sampai 05.00 setiap hari hingga rampung. “Agar tak menganggu pelayanan,” katanya.
Hal itu dilakukan untuk mengurangi aliran yang masuk ke drainase di bawah lantai bangunan terminal. Adapun hingga hari ini, pengerjaan masih dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku leader konsorsium Kawahapejaya Indonesia, yang membangun Terminal 3 baru.
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGBulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews