Connect With Us

3000 Cabai Berbakteri Asal Tiongkok Dimusnahkan

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 8 Desember 2016 | 15:00

Badan Karantina Pertanian Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang melakukan pemusnahan terhadap 5.000 tanaman batang cabai dengan cara dibakar di tungku insinerator, Kamis (12/8/2016). (Tangerangnews.com / Rangga)

TANGERANGNews.com-Badan Karantina Pertanian Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang melakukan pemusnahan terhadap 5.000 tanaman batang cabai dengan cara dibakar di tungku insinerator, Kamis (12/8/2016). Pemusnahan dilakukan karena tanaman tersebut terdapat bakteri Erwina Chrysanthemi yang berbahaya.

 

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Antarjo Dikin mengatakan, ribuan batang cabai ilegal tersebut disita dari kawasan Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat. Cabai yang disita ini berasal dari bibit yang dibawa empat warga negara Tiongkok.

 

“Bakteri tersebut dimasukkan oleh secara sengaja oleh empat WNA ke tanaman cabai, dengan tujuan untuk merusak atau menggagalkan produksi pertanian di Indonesia hingga mencapai 70 persen,” katanya di Instalasi Karantina Bandara Soekarnp Hatta, pada Kamis (8/12/2016).

 

Namun pihak Karantina behasil mencegahnya. Keempat pelaku pun diamankan, yakni pria berinisial C, Q, B, dan H. Mereka berhasil diringkus petugas Imigrasi Bogor pada Kamis (8/12/2016). "Mereka juga memasok tanaman cabai ilegal ke Indonesia. Tidak ada sertifikat di negara asalnya," ucapnya.

 

Menurut Antarjo, produksi cabai nasional sebesar 1.075 juta ton dan estimasi harga cabai mencapai Rp60.000 per kg. “Sehingga potensi kerugian ekonomi produksi cabai dapat mencapai Rp45 triliun akibat bakteri ini," ujar Antarjo.

 

Kendati demikian petugas tengah mencari tahu motif yang dilakukan oleh para pelaku. Mereka menyewa lahan di kawasan Bogor seluas 4000 meter persegi. "Masih kami dalami kasus ini. Tersangka terancam hukuman 3 tahun penjara dengan denda Rp150 juta," kata Antarjo.

 

 

Diduga pelaku sengaja memasukkan cabai ini karena melihat harga cabai di Indonesia yang semakin meroket tinggi di pasaran yang sudah menembus Rp60.000 hingga Rp100.000 per kilonya.

KAB. TANGERANG
Volume Kendaraan Masih Lengang, Puncak Arus Mudik di Tol Tangerang-Merak Diprediksi Mulai Besok

Volume Kendaraan Masih Lengang, Puncak Arus Mudik di Tol Tangerang-Merak Diprediksi Mulai Besok

Selasa, 17 Maret 2026 | 20:36

Menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, PT Astra Infra Tol Road Tangerang - Merak mencatat sebanyak 162.447 kendaraan melintas di jalur Tol tersebut pada Senin 16 Maret 2026.

WISATA
Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:35

Pulau Sangiang, sebuah pulau tersembunyi di tengah Selat Sunda, kini tak lagi terisolasi jaringan internet.

PROPERTI
Banyak Peminat, Summarecon Tangerang Rilis Rona Homes Tahap 2 Mulai Rp830 Jutaan

Banyak Peminat, Summarecon Tangerang Rilis Rona Homes Tahap 2 Mulai Rp830 Jutaan

Selasa, 3 Maret 2026 | 16:06

Tren hunian compact dan konsep rumah tumbuh semakin digandrungi di wilayah Tangerang. Merespons antusiasme pasar yang luar biasa, PT Summarecon Agung Tbk melalui unit bisnis terbarunya, Summarecon Tangerang, resmi meluncurkan Rona Homes Tahap 2.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill